Boris Nemtsov Dibunuh, Putrinya Salahkan Putin

Kamis, 12 Maret 2015 - 13:38 WIB
Boris Nemtsov Dibunuh,...
Boris Nemtsov Dibunuh, Putrinya Salahkan Putin
A A A
MOSKOW - Zhanna Nemtsov, putri pemimpin oposisi Rusia yang dibunuh, Boris Nemtsov, menyalahkan Presiden Rusia, Vladimir Putin. Putri dari “musuh politik” Putin itu meyakini pembunuhan terhadap ayahnya dimotivasi persoalan politik.

Zhanna bahkan ragu jika Putin komitmen melakukan penyelidikan secara sah atas kematian ayahnya. Zhanna yang merupakan penyiar televisi di Moskow mengatakan, kematian ayahnya telah jadi pukulan besar bagi gerakan oposisi dan memicu ketakutan bagi banyak kritikus Kremlin.

”Mereka tidak tertarik dalam penyelidikan independen,” kata Zhanna, dalam sebuah wawancara dengan BBC. ”Mereka tidak pernah menghubungi saya. Mereka tidak pernah menelepon saya sampai saat ini, saya tidak punya akses ke dokumen mereka terkait dengan penyelidikan yang mereka lakukan,” katanya lagi.

“(Nemtsov) adalah seorang kritikus Putin,” ujarnya. Zhanna telah bergabung sejumlah sekutu politik ayahnya untuk mempertanyakan penyelidikan resmi terhadap pembunuhan Boris Nemtsov.

Dalam kasus ini, seroang warga etnis Chechnya, Zaur Dadayev, telah ditetapkan sebagai tersangka utama. Dia mengaku terlibat dalam pembunuhan Nemtsov.

Tetapi pada hari Rabu (11/3/2015), ia mengaatakan, bahwa dia terpaksa mengaku terlibat karena diancam penyidik. Menurut Zaur Dadayev, dia diancam akan dildakkan dengan granat jika tidak mengaku.

Sebelumnya, media Rusia melaporkan, tersangka lain yang bernama Bislan Shavanov, telah meledakkan dirinya dengan sebuah granat di rumahnya setelah dia didatangi para polisi Rusia. Namun, laporan itu belum bisa diverifikasi secara independen.

”Pada saat penangkapan, saya adalah mantan bawahan Ruslan Yusupov, dan mereka mengatakan bahwa jika saya mengaku, ia akan dibebaskan," kata Dadayev di pengadilan, seperti dilansir Daily Mail. ”Kalau tidak, hal yang sama akan terjadi pada saya seperti nasib Shavanov.”
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
1 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
2 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
3 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
4 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
5 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
6 jam yang lalu
Infografis
Antisipasi NATO, Putin...
Antisipasi NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved