Soal Pembunuh Nemtsov, Oposisi: Kremlin Cari Kambing Hitam
Senin, 09 Maret 2015 - 19:30 WIB
Soal Pembunuh Nemtsov, Oposisi: Kremlin Cari Kambing Hitam
A
A
A
MOSKOW - Salah satu rekan Boris Nemtsov di partai oposisi Rusia, Ilya Yashin meragukan klaim Kremlin yang menyebut para ekstrimislah yang membunuh "lawan politik" Presiden Rusia Vladimir Putin tersebut. Yashin berpendapat, Kremlin hanya sedang mencari kambing hitam atas pembunuhan Nemtsov.
"Ketakutan terburuk kami akhirnya benar-benar datang. Seseorang akan disalahkan, sementara mereka yang berada di balik pembunuhan Netmsov dapat bepergian dengan bebas," tulis Yashin dalam akun Twitter pribadinya.
Wakil Nemtsov di partai oposisi itu, seperti dilansir Guardian pada Senin (9/3/2015), tetap meyakini otak di balik pembunuhan rekannya tersebut adalah salah seorang pejabat tinggi di pemerintahan. Tanpa segan-segan dirinya menyebut Putin mungkin salah satu orang yang menjadi dalang pembunuhan tersebut.
"Teori yang dikeluarkan oleh kepolisian Rusia sangat tidak masuk akal, dimana mereka menyalahkan kelompok Islam radikal untuk menutupi jubah pembunuh Kremlin dan membuat Putin lepas dari kesalahan yang dia lakukan," tambahnya.
Hingga kini, polisi Rusia setidaknya sudah menangkap lima orang yang diduga sebagai pembunuh Netmsov. Salah seorang pelaku, yakni Zaur Dadaev, di hadapan pengadilan telah mengaku kepada polisi bahwa dirinya terlibat dalam pembunuhan Nemtsov.
Sementara itu tersangka lainnya, Anzor Gubashev, mengaku tidak bersalah atas kejahatan yang dituduhkan kepadanya. Tiga tersangka lainnya diketahui bernama Shagit, Ramzat Bakhaev dan Tamerlan Eskerkhanov.
"Ketakutan terburuk kami akhirnya benar-benar datang. Seseorang akan disalahkan, sementara mereka yang berada di balik pembunuhan Netmsov dapat bepergian dengan bebas," tulis Yashin dalam akun Twitter pribadinya.
Wakil Nemtsov di partai oposisi itu, seperti dilansir Guardian pada Senin (9/3/2015), tetap meyakini otak di balik pembunuhan rekannya tersebut adalah salah seorang pejabat tinggi di pemerintahan. Tanpa segan-segan dirinya menyebut Putin mungkin salah satu orang yang menjadi dalang pembunuhan tersebut.
"Teori yang dikeluarkan oleh kepolisian Rusia sangat tidak masuk akal, dimana mereka menyalahkan kelompok Islam radikal untuk menutupi jubah pembunuh Kremlin dan membuat Putin lepas dari kesalahan yang dia lakukan," tambahnya.
Hingga kini, polisi Rusia setidaknya sudah menangkap lima orang yang diduga sebagai pembunuh Netmsov. Salah seorang pelaku, yakni Zaur Dadaev, di hadapan pengadilan telah mengaku kepada polisi bahwa dirinya terlibat dalam pembunuhan Nemtsov.
Sementara itu tersangka lainnya, Anzor Gubashev, mengaku tidak bersalah atas kejahatan yang dituduhkan kepadanya. Tiga tersangka lainnya diketahui bernama Shagit, Ramzat Bakhaev dan Tamerlan Eskerkhanov.
(esn)