ISIS Manfaatkan Libya untuk Invasi Eropa
Rabu, 18 Februari 2015 - 20:29 WIB
ISIS Manfaatkan Libya untuk Invasi Eropa
A
A
A
BENGHAZI - ISIS nampaknya tidak main-main dengan rencana mereka untuk terus melakukan perluasan kekuasan, bahkan hingga daratan Eropa. Dalam sebuah surat terbuka, kelompok radikal itu mengatakan akan menggunakan Libya sebagai basis untuk melakukan invasi ke Eropa.
"Kami akan membanjiri Libya dengan milisi yang berasal dari Suriah dan Irak, dan kemudian kami akan berlayar ke lautan Mediterania dengan menyamar sebagai imigran di kapal-kapal dagang," tulis ISIS dalam suratnya.
"Selanjutnya, kami akan melakukan serangan di kota-kota di Eropa selatan, dan kami juga akan berusaha untuk melakukan serangan terhadap beberapa wilayah maritim," tulis ISIS, seperti dilansir Telegraph, Rabu (18/2/2015).
Salah satu wilayah yang dikabarkan sudah dikuasai oleh ISIS di Libya adalah Derna, yang berjarak cukup dekat dengan Eropa. Wilayah di pesisir pantai Mediterania ini hanya berjarak sekitar 300 Km dari Eropa, tepatnya Yunani.
Sebelumnya, mantan Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan juga pernah memperingatkan jika tidak diantisipasi dengan benar, kehadiran ISIS di Libya akan membawa dampak buruk bagi Eropa.
"Bila tidak ditanggapi dengan serius, akan ada perang besar di Libya antara ekstrimis yang didukung ISIS, dengan pemerintah. Perang besar juga mungkin akan meluas hingga ke wilayah Eropa," kata mantan pemimpin Libya itu.
"Kami akan membanjiri Libya dengan milisi yang berasal dari Suriah dan Irak, dan kemudian kami akan berlayar ke lautan Mediterania dengan menyamar sebagai imigran di kapal-kapal dagang," tulis ISIS dalam suratnya.
"Selanjutnya, kami akan melakukan serangan di kota-kota di Eropa selatan, dan kami juga akan berusaha untuk melakukan serangan terhadap beberapa wilayah maritim," tulis ISIS, seperti dilansir Telegraph, Rabu (18/2/2015).
Salah satu wilayah yang dikabarkan sudah dikuasai oleh ISIS di Libya adalah Derna, yang berjarak cukup dekat dengan Eropa. Wilayah di pesisir pantai Mediterania ini hanya berjarak sekitar 300 Km dari Eropa, tepatnya Yunani.
Sebelumnya, mantan Perdana Menteri Libya, Ali Zeidan juga pernah memperingatkan jika tidak diantisipasi dengan benar, kehadiran ISIS di Libya akan membawa dampak buruk bagi Eropa.
"Bila tidak ditanggapi dengan serius, akan ada perang besar di Libya antara ekstrimis yang didukung ISIS, dengan pemerintah. Perang besar juga mungkin akan meluas hingga ke wilayah Eropa," kata mantan pemimpin Libya itu.
(esn)