Tegang, Separatis Pro-Rusia Enggan Tandatangani Perjanjian Minsk
Kamis, 12 Februari 2015 - 15:42 WIB
Tegang, Separatis Pro-Rusia Enggan Tandatangani Perjanjian Minsk
A
A
A
MINSK - Selain pertemuan empat arah antara para pemimpin Eropa, di saat bersama kelompok kontak juga turut melakukan pertemuan di Minsk, Belarusia. Dalam pertemuan kelompok kontak, dibahas mengenai perjanjian damai antara separatis dan pemerintah Ukraina.
Menurut laporan Reuters, Kamis (12/2/2015), kondisi pertemuan tersebut terbilang mirip. Perdebatan yang sangat intens berlangsung antara perwakilan separatis pro-Rusia dan pemerintah Ukraina, di bawah pengawasan Orgasnisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa (OSCE).
Sejatinya, menurut salah seorang sumber yang terlibat langsung dalam pertemuan itu, kesepakatan sudah tercapai. Namun, ketegangan kembali terjadi ketika para pemimpin separatis menolak untuk mendatangi perjanjian itu.
"Sayangnya, para pemimpin separatris menolak untuk menandatangi perjanjian Minsk," ucap sumber tersebut. Belum diketahui alasan yang mendasari penolakan perwakilan separatis tersebut.
Di tengah pembicaraan yang terus menegang di Minsk, kondisi serupa juga terjadi di Ukraina timur. Situasi di sana tidak sedikitpun mereda, pertempuran terus terjadi antara para pihak yang bertkai. Sejak semalam, dilaporkan 15 orang anggota pasukan keamanan Ukraina tewas dalam serangkaian pertempuran.
Menurut laporan Reuters, Kamis (12/2/2015), kondisi pertemuan tersebut terbilang mirip. Perdebatan yang sangat intens berlangsung antara perwakilan separatis pro-Rusia dan pemerintah Ukraina, di bawah pengawasan Orgasnisasi Kerjasama dan Keamanan Eropa (OSCE).
Sejatinya, menurut salah seorang sumber yang terlibat langsung dalam pertemuan itu, kesepakatan sudah tercapai. Namun, ketegangan kembali terjadi ketika para pemimpin separatis menolak untuk mendatangi perjanjian itu.
"Sayangnya, para pemimpin separatris menolak untuk menandatangi perjanjian Minsk," ucap sumber tersebut. Belum diketahui alasan yang mendasari penolakan perwakilan separatis tersebut.
Di tengah pembicaraan yang terus menegang di Minsk, kondisi serupa juga terjadi di Ukraina timur. Situasi di sana tidak sedikitpun mereda, pertempuran terus terjadi antara para pihak yang bertkai. Sejak semalam, dilaporkan 15 orang anggota pasukan keamanan Ukraina tewas dalam serangkaian pertempuran.
(esn)