Poroshenko: Permintaan Rusia Tidak Masuk Akal
Kamis, 12 Februari 2015 - 15:28 WIB
Poroshenko: Permintaan Rusia Tidak Masuk Akal
A
A
A
MINSK - Pertemuan empat arah antara pemimpin Ukraina, Jerman, Rusia dan Prancis di Minsk, Bulgaria dilaporkan berjalan sangat alot. Pertemuan yang dimaksudkan untuk mencari solusi bagi penyelesaian konflik Ukraina itu terus dilanda ketegangan.
Suasana yang cukup panas sempat membuat pertemuan tersebut dihentikan untuk beberapa waktu. Melansir Reuters, Kamis (12/2/2015), hingga saat ini pertemuan tersebut belum menghasilkan apapun.
Menurut Presiden Ukraina, Petro Poroshenko diskusi ini berjalan sangat intens dan tegang karena beberapa kali Rusia melemparkan syarat yang menurutnya tidak masuk akal. Namun, dia enggan memberikan rincian syarat apa saja yang diajukan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.
"Beberapa syarat yang diajukan oleh pemerintah Rusia benar-benar tidak bisa diterima. Tapi, kami yakin masih ada harapan dari pembicaraan ini," ucap Poroshenko dalam sebuah pernyataan.
Seperti diberitakan Reuters, saat ini para pemimpin keempat negara tersebut sudah kembali ke ruangan pertemuan. Pembicaraan empat arah ini sendiri disebut-disebut sebagai kesempatan terbesar dan mungkin terakhir bagi Ukraina untuk menemukan solusi damai.
Suasana yang cukup panas sempat membuat pertemuan tersebut dihentikan untuk beberapa waktu. Melansir Reuters, Kamis (12/2/2015), hingga saat ini pertemuan tersebut belum menghasilkan apapun.
Menurut Presiden Ukraina, Petro Poroshenko diskusi ini berjalan sangat intens dan tegang karena beberapa kali Rusia melemparkan syarat yang menurutnya tidak masuk akal. Namun, dia enggan memberikan rincian syarat apa saja yang diajukan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin.
"Beberapa syarat yang diajukan oleh pemerintah Rusia benar-benar tidak bisa diterima. Tapi, kami yakin masih ada harapan dari pembicaraan ini," ucap Poroshenko dalam sebuah pernyataan.
Seperti diberitakan Reuters, saat ini para pemimpin keempat negara tersebut sudah kembali ke ruangan pertemuan. Pembicaraan empat arah ini sendiri disebut-disebut sebagai kesempatan terbesar dan mungkin terakhir bagi Ukraina untuk menemukan solusi damai.
(esn)