Yordania Menanti Kabar Pilot yang Ditahan ISIS
Minggu, 01 Februari 2015 - 15:37 WIB
Yordania Menanti Kabar Pilot yang Ditahan ISIS
A
A
A
AMMAN - Munculnya video pemenggalan warga Jepang, Kenji Goto membuat pemerintah Yordania was-was. Negara itu harap-harap cemas menunggu kepastian nasib pilot jet tempur mereka, Muath al-Kaseasbeh yang turut disandera ISIS.
Melansir IB Times, Minggu (1/2/2015), dalam video pemenggalan Goto, ISIS tidak sedikitpun menyinggung mengenai nasib Kasaesbeh. Padahal, sebelumnya Kasaesbeh turut diacam akan dipenggal oleh ISIS bersamaan dengan Goto jika permintaan mereka tidak dipenuhi.
Sebuah kelompok intelijen swasta di Amerika Serikat (AS), yang berfokus pada aksi terorime, menduga saat ini Kasaesbeh masih dalam keadaan hidup. Namun, mereka juga mengatakan sulit untuk menebak gelagat ISIS, karena kelompok itu kerap membuat tindakan-tindakan spontan.
"Sulit untuk memprediksi apa yang telah atau belum dilakukan terhadap Kasaesbeh. Namun, kami percaya dia mungkin masih hiidup, karena ISIS memilki keuntungan sendiri jika membiarkan kasaesbeh tetap hidup," ucap pihak intelijen swasta itu, Rita Katz.
"Namun, terkadang ISIS membuat tindakan spontan, karena mereka jarang menggunakan akal sehat dan hati nurani mereka. Kami memiliki ketakutan yang sama dengan pemerintah Yordania, bahwa mungkin saja kelompok itu akan segera merilis video eksekusi Kasaesbeh," imbuhnya.
Sementara itu, beberapa spekulasi juga mulai muncul terkait mengapa ISIS sampai ini belum mau memberitahukan nasib Kasesbeh, di tengah tekanan Yordania. ISIS ddiuga sedang berpikir matang mengenai nasib Kasaesbeh, setelah Yordania mengeluarkan ancaman balik pada kelompok radikal itu.
Pemerintah Yordania mengancam akan menghabisi semua anggota ISIS yang mereka tahan jika Kaseasbeh dieksekusi. Yordania sendiri memang menahan beberapa komandan ISIS, dan tentu saja Sajida al-Rishawi, sosok yang sebelumnya diminta ISIS untuk ditukar dengan Kasaesbeh dan juga Goto.
Melansir IB Times, Minggu (1/2/2015), dalam video pemenggalan Goto, ISIS tidak sedikitpun menyinggung mengenai nasib Kasaesbeh. Padahal, sebelumnya Kasaesbeh turut diacam akan dipenggal oleh ISIS bersamaan dengan Goto jika permintaan mereka tidak dipenuhi.
Sebuah kelompok intelijen swasta di Amerika Serikat (AS), yang berfokus pada aksi terorime, menduga saat ini Kasaesbeh masih dalam keadaan hidup. Namun, mereka juga mengatakan sulit untuk menebak gelagat ISIS, karena kelompok itu kerap membuat tindakan-tindakan spontan.
"Sulit untuk memprediksi apa yang telah atau belum dilakukan terhadap Kasaesbeh. Namun, kami percaya dia mungkin masih hiidup, karena ISIS memilki keuntungan sendiri jika membiarkan kasaesbeh tetap hidup," ucap pihak intelijen swasta itu, Rita Katz.
"Namun, terkadang ISIS membuat tindakan spontan, karena mereka jarang menggunakan akal sehat dan hati nurani mereka. Kami memiliki ketakutan yang sama dengan pemerintah Yordania, bahwa mungkin saja kelompok itu akan segera merilis video eksekusi Kasaesbeh," imbuhnya.
Sementara itu, beberapa spekulasi juga mulai muncul terkait mengapa ISIS sampai ini belum mau memberitahukan nasib Kasesbeh, di tengah tekanan Yordania. ISIS ddiuga sedang berpikir matang mengenai nasib Kasaesbeh, setelah Yordania mengeluarkan ancaman balik pada kelompok radikal itu.
Pemerintah Yordania mengancam akan menghabisi semua anggota ISIS yang mereka tahan jika Kaseasbeh dieksekusi. Yordania sendiri memang menahan beberapa komandan ISIS, dan tentu saja Sajida al-Rishawi, sosok yang sebelumnya diminta ISIS untuk ditukar dengan Kasaesbeh dan juga Goto.
(esn)