Hizbullah: Ekstremis Lebih Menghina Nabi Ketimbang Kartun

Sabtu, 10 Januari 2015 - 17:54 WIB
Hizbullah: Ekstremis...
Hizbullah: Ekstremis Lebih Menghina Nabi Ketimbang Kartun
A A A
BEIRUT - Pemimpin Hizbullah Libanon, Hassan Narasallah, mengatakan, kelompok ekstremis lebih menyinggung Nabi Muhammad ketimbang kartun satir Barat.

Komentar itu sebagai respons Hizbullah atas serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo, di mana penyerangnya mengklaim beraksi untuk membela kehormatan Nabi.

”Perilaku kelompok ‘takfiri’ yang mengaku memeluk Islam telah mendistorsi ajaran Islam dan Alquran. Itu jauh lebih menghina Nabi Muhammad dan bangsa Muslim ketimbang film atau kartun Nabi,” ujar Nasrallah dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi di Libanon untuk menandai Maulid Nabi Muhammad.

Menurutnya, kelompok ekstremis atau pun militan yang mencatut nama Islam telah menjalankan doktrin “tafkiri”, yang memungkinkan mereka “menghakimi” umat Islam dengan label murtad atas tuduhan menentang ajaran ekstremis itu.

“Takfiri adalah ancaman terbesar bagi Islam,” kata Nasarallah.

Serangan terhadap kantor Charlie Hebdo telah memicu kecaman global. Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, telah mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Presiden Prancis, Francois Hollande.”Terorisme adalah fenomena internasional yang harus dihadapi dan diakhiri melalui usaha bersama,” kata Sisi.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, juga menentang kelompok radikal, yang dia anggap mematikan kebebasan berekspresi. Pemerintah Otoritas Palestina juga mengutuk serangan itu, dengan menyebutnya sebagai “kejahatan keji”.

Perdana Menteri Libanon, Salam Tamman, juga mengutuk serangan pada hari Rabu lalu yang menewaskan 12 orang.”Aksi teroris tidak dapat diterima dan tidak dapat dibenarkan,” ujarnya, seperti dikutip Russia Today, Sabtu (10/1/2015).
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Bak Film Spionase, Mata-mata...
Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
1 jam yang lalu
AS Diam-diam Tarik 10...
AS Diam-diam Tarik 10 Jet Tempur Siluman F-22 Raptor, Mundur dari Perang Iran
1 jam yang lalu
Militer AS Rilis Video...
Militer AS Rilis Video Rudal-rudal Gempur 140 Target di Iran
2 jam yang lalu
Iran Balas Serang Pangkalan...
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Qatar, Bahrain, dan UEA
3 jam yang lalu
Eks Jubir Rumah Sakit...
Eks Jubir Rumah Sakit Israel: Dokter Zionis Selamatkan Nyawa Erdogan atas Permintaan Mossad
3 jam yang lalu
Aneh tapi Nyata, Gunung...
Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
4 jam yang lalu
Infografis
Siapa Lebih Unggul Pakistan...
Siapa Lebih Unggul Pakistan atau India dalam Senjata Nuklir?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved