Diplomat Rusia: Tak Lagi Non-Blok, Ukraina Picu Konflik di Eropa

Rabu, 24 Desember 2014 - 10:32 WIB
Diplomat Rusia: Tak...
Diplomat Rusia: Tak Lagi Non-Blok, Ukraina Picu Konflik di Eropa
A A A
BRUSSELS - Keputusan Parlemen Ukraina (Rada) yang melepaskan status non-blok memicu peningkatan potensi konflik di Eropa. Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk NATO, Alexander Grushko.

”Keputusan Rada hanya meningkatkan potensi konflik di Eropa dan di Ukraina sendiri, di mana tidak ada yang harus bermain dengan status itu, tetapi untuk bekerja pada prioritas di bidang ekonomi dan sosial, terutama pada pemenuhan semua kewajiban Pemerintah Ukraina dalam perjanjian di Jenewa dan di Minsk,” ujar Grushko.

Dalam salah satu perjanjian itu, Ukraina telah memikul kewajiban, “untuk mengakhiri permusuhan, pertukaran tahanan, memulai dialog politik yang inklusif dan melaksanakan reformasi konstitusi secara transparan untuk memenuhi kepentingan semua wilayahnya,” lanjut dia. (Baca: Ukraina Lepas Status Non-Blok, Hubungan dengan Rusia Memanas)

Menurutnya, dengan melepas status non-blok dan NATO menyambut Ukraina sebagai anggota baru, hal itu mencederai kewajiban Ukraina.

”Sebuah upaya telah dilakukan (parlemen Ukraina), melalui pendekatan dengan NATO, untuk posisi Ukraina sebagai negara di garda terdepan yang membutuhkan perlindungan (NATO). Dan dengan demikian, Ukraina menolak semua tanggung jawab atas peristiwa di negeranya,” imbuh Grushko, semalam, seperti dikutip Itar-Tass.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada hari Selasa kemarin, parlemen Ukraina memutuskan melepaskan status non-blok. Keputusan dalam bentuk RUU itu akan diajukan kepada Presiden Petro Poroshenko untuk ditandatangani. Dengan melepas status itu, Ukraina lebih leluasa menjalin hubungan dekat dengan NATO yang selama ini mendukung Kiev selama tegang dengan Moskow.

Asumsi, bahwa setelah melepas status non-blok kemudian Ukraina bergabung dengan NATO telah ditepis Poroshenko. Menurutnya, keputusan melepas status non-blok itu semata-mata untuk memperbaiki kebijakan luar negeri yang telah lama dianut oleh Ukraina.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
7 jam yang lalu
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
8 jam yang lalu
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
8 jam yang lalu
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
10 jam yang lalu
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
11 jam yang lalu
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
12 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved