Rumah Pembunuhan 8 Anak di Australia Bakal Dibongkar
Senin, 22 Desember 2014 - 13:12 WIB
Rumah Pembunuhan 8 Anak di Australia Bakal Dibongkar
A
A
A
QUEENSLAND - Rumah di mana seorang ibu di Australia yang diduga membunuh delapan anak akan dibongkar sesuai adat di Cairns, Queensland.
Setelah dibongkar, akan dipasang peringatan tragedi itu. Demikian keterangan pejabat Queensland, Australia, pada Senin (22/12/2014). (Baca: Usai Teror 16 Jam, Australia Digemparkan Penusukan 8 Anak)
Tersangka pembunuhan itu adalah Raina Mersane Thaiday alias Mersane Warria, 37. Tujuh dari delapan korban adalah anak kandungnya, dan satu korban lainnya adalah keponakannya.
Menurut Ketua Parlemen Queensland, Gaving King, Pemerintah Queensland telah menyetujui pembongkaran rumah itu sesuai keyakinan budaya asli Queenlands. (Baca juga: Ibu Pembunuh 8 Anak di Australia Ditangkap)
”Setelah konsultasi ekstensif, kami akan menghapus rumah itu,” kata King, kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Senin (22/12/2014). King mengatakan pemerintah akan bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun semacam monumen peringatan.
Thaiday telah didakwa pada hari Minggu kemarin atas tuduhan membunuh delaoan anak. Para korban berusia 18 bulan hingga 15 tahun.
Hakim Alan Comans menolak permintaan pengacara Thaiday, Steven MacFarlane, yang meminta kliennya dipindahkan ke Layanan Kesehatan Mental. Menurutnya, permintaan itu terlalu cepat.
Setelah dibongkar, akan dipasang peringatan tragedi itu. Demikian keterangan pejabat Queensland, Australia, pada Senin (22/12/2014). (Baca: Usai Teror 16 Jam, Australia Digemparkan Penusukan 8 Anak)
Tersangka pembunuhan itu adalah Raina Mersane Thaiday alias Mersane Warria, 37. Tujuh dari delapan korban adalah anak kandungnya, dan satu korban lainnya adalah keponakannya.
Menurut Ketua Parlemen Queensland, Gaving King, Pemerintah Queensland telah menyetujui pembongkaran rumah itu sesuai keyakinan budaya asli Queenlands. (Baca juga: Ibu Pembunuh 8 Anak di Australia Ditangkap)
”Setelah konsultasi ekstensif, kami akan menghapus rumah itu,” kata King, kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Senin (22/12/2014). King mengatakan pemerintah akan bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun semacam monumen peringatan.
Thaiday telah didakwa pada hari Minggu kemarin atas tuduhan membunuh delaoan anak. Para korban berusia 18 bulan hingga 15 tahun.
Hakim Alan Comans menolak permintaan pengacara Thaiday, Steven MacFarlane, yang meminta kliennya dipindahkan ke Layanan Kesehatan Mental. Menurutnya, permintaan itu terlalu cepat.
(mas)