Putin Sebut Sanksi Bukan Hal Baru Bagi Rusia
Kamis, 04 Desember 2014 - 22:57 WIB
Putin Sebut Sanksi Bukan Hal Baru Bagi Rusia
A
A
A
MOSKOW - Sanksi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat (AS) dan juga Uni Eropa (UE) kepada Rusia bukanlah hal baru bagi negara yang mendapat julukan Negeri Beruang Merah itu. Bentuk hukuman semacam ini sudah sering menghinggapi Rusia.
"Kebijakan pencegahan bukanlah hal baru Rusia. Hal semacam ini telah dirasakan oleh negara kita. Mungkin sudah terjadi selama puluhan tahun, atau mungkin sudah berabad-abad lalu hal semacam ini melanda kita," kata Putin mengacu pada pemberian sanksi.
Melansir Russia Today, Kamis (4/12/2014), Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya di hadapan Parlemen Rusia, dirinya menyatakan hal semacam ini dilakukan karena banyak pihak yang sepertinya takut akan perkembangan yang dimiliki Rusia.
"Setiap kali seseorang menganggap Rusia menjadi terlalu kuat dan independen, instrumen pemberian sanksi tersebut kembali diaktifkan," Putin menambahkan dalam pidatonya.
Dirinya menegaskan, Rusia tidak akan memberikan respon dengan menjatuhkan sanksi balasan. Justru Putin menyebut Rusia akan membuka tangan kepada negara manapun di seluruh dunia untuk kembali menjalin kerjasama dengan mereka. Sebab, dalam pandangannya penjatuhan sanksi adalah sesuatu yang tidak efektif.
"Kebijakan pencegahan bukanlah hal baru Rusia. Hal semacam ini telah dirasakan oleh negara kita. Mungkin sudah terjadi selama puluhan tahun, atau mungkin sudah berabad-abad lalu hal semacam ini melanda kita," kata Putin mengacu pada pemberian sanksi.
Melansir Russia Today, Kamis (4/12/2014), Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya di hadapan Parlemen Rusia, dirinya menyatakan hal semacam ini dilakukan karena banyak pihak yang sepertinya takut akan perkembangan yang dimiliki Rusia.
"Setiap kali seseorang menganggap Rusia menjadi terlalu kuat dan independen, instrumen pemberian sanksi tersebut kembali diaktifkan," Putin menambahkan dalam pidatonya.
Dirinya menegaskan, Rusia tidak akan memberikan respon dengan menjatuhkan sanksi balasan. Justru Putin menyebut Rusia akan membuka tangan kepada negara manapun di seluruh dunia untuk kembali menjalin kerjasama dengan mereka. Sebab, dalam pandangannya penjatuhan sanksi adalah sesuatu yang tidak efektif.
(esn)