Al-Qaeda Klaim Membom Rumah Dubes Iran
Kamis, 04 Desember 2014 - 13:17 WIB
Al-Qaeda Klaim Membom Rumah Dubes Iran
A
A
A
SANAA - Kelompok al-Qaeda di Semenanjung Arab, mengklaim bertanggung jawab pemboman di rumah duta besar (Dubes) Iran di Sanaa, Yaman, kemarin.
Rumah Dubes Iran untuk Yaman, Hassan Sayed Nam diguncang bom mobil. Beruntung, dia tidak berada di rumah saat serangan bom itu terjadi.
”Para ‘mujahidin’ pagi ini berhasil memarkir mobil yang sarat dengan bahan peledak di dekat rumah Duta Besar Iran dan meledakkannya pada pukul 09.02 (waktu setempat),” bunyi pernyataan al-Qaeda Semenangjung Arab (AQAP), melalui Twitter.
Iran yang menjadi kekuatan kaum Syiah di Timur Tengah, dianggap mendukung pemberontak Houthi Yaman yang mengambil alih Kota Sanaa pada bulan September 2014.
Menurut Reuters, Kamis (4/12/2014), serangan pada Rabu kemarin merupakan serangan kedua di Ibu Kota Yama dalam beberapa bulan terakhir. Seorang pejabat medis Yaman, mengatakan seorang warga sipil dan dua tentara tewas dalam serangan itu.
Sedangkan 17 orang orang yang sebagian besar karyawan Kedutaan Besar Iran terluka. ”Kaca hancur bangunan saya hancur akibat kekuatan ledakan,” kata Bashir al-Ossaimy, yang bekerja di sebuah perusahaan obat di seberang kediaman Dubes Iran. Dia mengalami luka parah di mana jaketnya berlumuran darah akibat ledakan bom tersebut.
Rumah Dubes Iran untuk Yaman, Hassan Sayed Nam diguncang bom mobil. Beruntung, dia tidak berada di rumah saat serangan bom itu terjadi.
”Para ‘mujahidin’ pagi ini berhasil memarkir mobil yang sarat dengan bahan peledak di dekat rumah Duta Besar Iran dan meledakkannya pada pukul 09.02 (waktu setempat),” bunyi pernyataan al-Qaeda Semenangjung Arab (AQAP), melalui Twitter.
Iran yang menjadi kekuatan kaum Syiah di Timur Tengah, dianggap mendukung pemberontak Houthi Yaman yang mengambil alih Kota Sanaa pada bulan September 2014.
Menurut Reuters, Kamis (4/12/2014), serangan pada Rabu kemarin merupakan serangan kedua di Ibu Kota Yama dalam beberapa bulan terakhir. Seorang pejabat medis Yaman, mengatakan seorang warga sipil dan dua tentara tewas dalam serangan itu.
Sedangkan 17 orang orang yang sebagian besar karyawan Kedutaan Besar Iran terluka. ”Kaca hancur bangunan saya hancur akibat kekuatan ledakan,” kata Bashir al-Ossaimy, yang bekerja di sebuah perusahaan obat di seberang kediaman Dubes Iran. Dia mengalami luka parah di mana jaketnya berlumuran darah akibat ledakan bom tersebut.
(mas)