Salah Tuduh, Pria AS Bebas setelah 39 Tahun Dibui

Jum'at, 21 November 2014 - 18:12 WIB
Salah Tuduh, Pria AS...
Salah Tuduh, Pria AS Bebas setelah 39 Tahun Dibui
A A A
OHIO - Seorang pria di Ohio, Amerika Serikat (AS) akan dibebaskan setelah dia mendekam di penjara selama 39 tahun. Ironisnya, pria itu dipenjara puluhan tahun hanya karena salah tuduh.

Tuduhan bohong yang membuat Ricky Jackson, 57, itu berasal dari anak berusia 12 tahun pada tahun 1975. Kala itu, seorang anak 12 tahun mengatakan kepada polisi bahwa dia melihat pembunuhan terhadap seorang kolektor uang, Harold Franks.

Anak bernama Eddie Vernon yang sekarang berusia 53 tahun, akhirnya memberikan kesaksian yang benar. ”Semuanya itu bohong. Mereka semua bohong,” kata Eddie Vernon, dalam sidang di Pengadilan Cleveland, pekan ini.

Pada tahun 1975, Vernon mengatakan kepada polisi bahwa ia melihat Jackson dan dua saudaranya, Wiley dan Ronnie Bridgeman, membunuh Harold Franks.

Polisi kemudian menyimpulkan bahwa orang-orang telah menyerang Franks dan mengalahkannya telah melemparkan cairan asam di wajahnya dan menembaknya dua kali.

Vernon, setelah 39 tahun, menyatakan, bahwa ia pada saat itu tidak melihat pembunuhan itu, karena dia sedang berada di bus sekolah. Dia hanya mendengar suara letusan mirip petasan dua kali.

Vernon mengidentifikasi tiga orang yang salah tuduh itu berdasarkan apa dikatakan teman-temannya kepadanya. ”Saya (saat itu) mengatakan kepada petugas; saya tahu siapa yang melakukannya,” kata Vernon.

Namun, tuduhan dan kesaksian palsu itu dia sampaikan bukan tanpa sebab. Dia saat itu diancam polisi Cleveland, bahwa orangtuanya akan dipenjara jika dia tidak memberikan kesaksian palsu itu. ”Saya tidak memiliki informasi apa-apa terkait apa yang terjadi di lokasi kejadian,” kata Vernon.

Lantaran tidak ada bukti lain, Jackson dan dua saudaranya divonis mati. Namun, hukuman mati di Ohio dicabut pada tahun 1978, sehingga mereka menjalani penjara seumur hidup.

Menurut Reuters, Jumat (21/11/2014) Jackson merupakan tahanan terlama di AS yang akan dibebaskan karena ternyata salah tuduh. ”Saya tidak percaya ini berakhir,” kata Jackson menangis mendengar berita pembebasannya.

”Saya pulang, saya pulang ke rumah. Saya tidak mengharapkan hal ini terjadi. Benar-benar tidak mengharapkan.”
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
4 menit yang lalu
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
41 menit yang lalu
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
1 jam yang lalu
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
1 jam yang lalu
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
2 jam yang lalu
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved