Bujuk Perangi ISIS, Obama Diam-diam Surati Khamenei
Jum'at, 07 November 2014 - 09:17 WIB
Bujuk Perangi ISIS, Obama Diam-diam Surati Khamenei
A
A
A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama diam-diam mengirim surat rahasia kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Isinya berupa bujukan Obama kepada Iran agar bergabung dalam koalisi untuk memerangi ISIS. Surat rahasia itu ditulis Obama bulan lalu, namun oleh Wall Street Journal baru dpublikasikan Kamis waktu AS.
Mengutip sumber di pemerintah AS, media itu menyebut bahwa surat rahasia Obama dikirim pertengahan Oktober 2014. Padahal, selama ini Iran menegaskan tidak tertarik untuk ikut koalisi yang dipimpin AS guna memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
“Surat Obama menjelaskan, itu untuk kepentingan bersama dalam memerangi militan ISIS di Irak dan Suriah,” tulis media AS tersebut. ”Tampaknya ditujukan untuk kampanye melawan ISIS dengan menyentil pemimpin Iran yang diimingi kesepakatan nuklir.”
Langkah Obama menyurati Khamenei merupakan hal langka. Sebab, selama ini Khamenei begitu vokal menentang AS. (Baca: Tolak Ajakan Perangi ISIS, Khamenei: Tangan AS Kotor!)
Sementara itu, Gedung Putih belum secara resmi mengonfirmasi laporan media itu. Tapi, dua jurnalis yang bertugas di Gedung Putih, Jay Solomon dan Carol E. Lee, mengatakan, bahwa sudah empat atau lebih Obama menyurati Khamenei sejak dia menjabat Presiden AS tahun 2009.
“Obama memandang Iran sebagai negara penting, yang berpotensi konstruktif dalam kampanye melawan ISIS yang sudah berlangsung selama enam bulan terakhir,” lanjut laporan Wall Street Journal.
Selama ini Khamenei kerap menghujat AS karena menjadi sekutu Israel. Khamenei pernah menyebut AS sebagai “Setan Besar” karena kerap menjatuhkan sanksi yang menindas negara-negara lain.
Isinya berupa bujukan Obama kepada Iran agar bergabung dalam koalisi untuk memerangi ISIS. Surat rahasia itu ditulis Obama bulan lalu, namun oleh Wall Street Journal baru dpublikasikan Kamis waktu AS.
Mengutip sumber di pemerintah AS, media itu menyebut bahwa surat rahasia Obama dikirim pertengahan Oktober 2014. Padahal, selama ini Iran menegaskan tidak tertarik untuk ikut koalisi yang dipimpin AS guna memerangi kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
“Surat Obama menjelaskan, itu untuk kepentingan bersama dalam memerangi militan ISIS di Irak dan Suriah,” tulis media AS tersebut. ”Tampaknya ditujukan untuk kampanye melawan ISIS dengan menyentil pemimpin Iran yang diimingi kesepakatan nuklir.”
Langkah Obama menyurati Khamenei merupakan hal langka. Sebab, selama ini Khamenei begitu vokal menentang AS. (Baca: Tolak Ajakan Perangi ISIS, Khamenei: Tangan AS Kotor!)
Sementara itu, Gedung Putih belum secara resmi mengonfirmasi laporan media itu. Tapi, dua jurnalis yang bertugas di Gedung Putih, Jay Solomon dan Carol E. Lee, mengatakan, bahwa sudah empat atau lebih Obama menyurati Khamenei sejak dia menjabat Presiden AS tahun 2009.
“Obama memandang Iran sebagai negara penting, yang berpotensi konstruktif dalam kampanye melawan ISIS yang sudah berlangsung selama enam bulan terakhir,” lanjut laporan Wall Street Journal.
Selama ini Khamenei kerap menghujat AS karena menjadi sekutu Israel. Khamenei pernah menyebut AS sebagai “Setan Besar” karena kerap menjatuhkan sanksi yang menindas negara-negara lain.
(mas)