Polri Tengah Lengkapi Data 2 WNI Korban Psikopat Inggris
Rabu, 05 November 2014 - 17:26 WIB
Polri Tengah Lengkapi Data 2 WNI Korban Psikopat Inggris
A
A
A
JAKARTA - Karopenmas Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, saat ini proses investigasi terkait tewasnya du Warga Negara Indonesia (WNI), yakni Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih di Hong Kong tengah berlangsung.
Kedua perempuan tersebut dibunuh secara keji oleh seorang warga Inggris yang berprofesi sebagai bankir di wilayah otonom China tersebut.
"LO kita yang ada di Hongkong, Komisaris Polisi Benny terus berkoordinasi dengan kepolisian Hongkong dan membantu proses investigasi di sana," kata Boy dalam konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2014).
Guna membantu proses investigasi DNA kedua korban yang tengah dilakukan oleh kepolisian Hong Kong, Polri menerjunkan Tim Forensik Polda Jawa Tengah dan Polda Sulawesi Tenggara untuk mencari data ante mortem pada keluarga kedua korban.
Boy memaparkan, tim forensik Polda Jawa Tengah sedang menuju Cilacap untuk mencari keluarga Sumarti Ningsih, sementara tim dari Polda Sultra sedang menuju Muna untuk menemui keluarga Seneng Mujiasih.
"Namun hingga hari ini, tim yang menuju Muna masih terkendala transportasi jalur laut yang saat ini tengah ada problem. Semoga hari Junat sudah sampai Jakarta dan akan segera kita kirim ke Hong Kong," kata Boy.
Terkait proses investigasi yang tengah berlangsung, Boy mengatakan pihaknya akan mematuhi tata cara yang berlaku di sana. "Untuk prosedur pemeriksaan DNA kami menghormati proses di sana. Yang kita bantu adalah memberikan dukungan sample dari keluarga," kata Boy.
Sekedar informasi, Sumarti jadi korban bankir Inggris, Rurik George Caton Jutting (29), Sabtu (1/11/2014). Jasad korban ditemukan terpotong dan ditaruh di dalam koper di balkon lantai 31 apartemen Rurik di Distrik Wan Chai, Hong Kong.
Dari hasil penyelidikan, pria 29 tahun itu juga membunuh Jesse Lorena, perempuan 30 tahun yang belakangan diketahui juga berasal dari Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh KJRI Hong Kong, Jesse Lorena Ruri adalah WNI dengan nama yang tertera di paspor adalah Seneng Mujiasih, berasal dari Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Jutting mengakui dirinya psikopat dan telah keluar dari tempatnya bekerja yaitu Merril Lynch, sebuah bank berbasis di AS. Jutting juga dikenal suka berpesta dengan sejumlah PSK. Diduga korban Jutting masih banyak.
Kedua perempuan tersebut dibunuh secara keji oleh seorang warga Inggris yang berprofesi sebagai bankir di wilayah otonom China tersebut.
"LO kita yang ada di Hongkong, Komisaris Polisi Benny terus berkoordinasi dengan kepolisian Hongkong dan membantu proses investigasi di sana," kata Boy dalam konferensi pers di Gedung Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (5/11/2014).
Guna membantu proses investigasi DNA kedua korban yang tengah dilakukan oleh kepolisian Hong Kong, Polri menerjunkan Tim Forensik Polda Jawa Tengah dan Polda Sulawesi Tenggara untuk mencari data ante mortem pada keluarga kedua korban.
Boy memaparkan, tim forensik Polda Jawa Tengah sedang menuju Cilacap untuk mencari keluarga Sumarti Ningsih, sementara tim dari Polda Sultra sedang menuju Muna untuk menemui keluarga Seneng Mujiasih.
"Namun hingga hari ini, tim yang menuju Muna masih terkendala transportasi jalur laut yang saat ini tengah ada problem. Semoga hari Junat sudah sampai Jakarta dan akan segera kita kirim ke Hong Kong," kata Boy.
Terkait proses investigasi yang tengah berlangsung, Boy mengatakan pihaknya akan mematuhi tata cara yang berlaku di sana. "Untuk prosedur pemeriksaan DNA kami menghormati proses di sana. Yang kita bantu adalah memberikan dukungan sample dari keluarga," kata Boy.
Sekedar informasi, Sumarti jadi korban bankir Inggris, Rurik George Caton Jutting (29), Sabtu (1/11/2014). Jasad korban ditemukan terpotong dan ditaruh di dalam koper di balkon lantai 31 apartemen Rurik di Distrik Wan Chai, Hong Kong.
Dari hasil penyelidikan, pria 29 tahun itu juga membunuh Jesse Lorena, perempuan 30 tahun yang belakangan diketahui juga berasal dari Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh KJRI Hong Kong, Jesse Lorena Ruri adalah WNI dengan nama yang tertera di paspor adalah Seneng Mujiasih, berasal dari Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Jutting mengakui dirinya psikopat dan telah keluar dari tempatnya bekerja yaitu Merril Lynch, sebuah bank berbasis di AS. Jutting juga dikenal suka berpesta dengan sejumlah PSK. Diduga korban Jutting masih banyak.
(esn)