AS Khawatir Ebola Bisa Menyebar ke Seluruh Dunia
Kamis, 16 Oktober 2014 - 14:57 WIB
AS Khawatir Ebola Bisa Menyebar ke Seluruh Dunia
A
A
A
WASHINGTON - Penyebaran virus Ebola yang sangat cepat mulai membuat beberapa negara ketakutan, termasuk Amerika Serikat (AS). Negara tersebut menilai, bila tidak diantisipasi maka virus ini akan menjadi ancaman bagi seluruh dunia.
“Jika kita tidak bisa mematikan penyebaran virus Ebola di Afrika, maka virus tersebut mungkin akan bisa menyebar ke seluruh dunia, menyebar secara global,” ucap Presiden AS, Barack Obama, seperti dilansir RIANOVOSTI, Kamis
(16/10/2014).
Obama meyakini, pihaknya mampu memurus rantai penyebaran Ebola, yang telah merenggut satu orang di AS. Namun, Obama menegaskan semuanya bisa dilakukan bila virus ini sudah bisa dikontrol di wilayah Afrika Barat, dimana semuanya bermula.
"Saya benar-benar yakin bahwa kita dapat mencegah wabah serius penyakit di sini, di Amerika Serikat, tetapi menjadi lebih sulit untuk melakukannya jika epidemi menyebar secara tidak terkendali di Afrika Barat,” papar Obama.
Obat untuk virus itu sendiri hingga saat ini belum berhasil ditemukan, walaupun ratusan percobaan telah dilakukan. Setidaknya sudah hampir 4.000 jiwa tewas akibat virus ini, yang lebih dari 90 persen diantaranya terjadi di Afrika.
“Jika kita tidak bisa mematikan penyebaran virus Ebola di Afrika, maka virus tersebut mungkin akan bisa menyebar ke seluruh dunia, menyebar secara global,” ucap Presiden AS, Barack Obama, seperti dilansir RIANOVOSTI, Kamis
(16/10/2014).
Obama meyakini, pihaknya mampu memurus rantai penyebaran Ebola, yang telah merenggut satu orang di AS. Namun, Obama menegaskan semuanya bisa dilakukan bila virus ini sudah bisa dikontrol di wilayah Afrika Barat, dimana semuanya bermula.
"Saya benar-benar yakin bahwa kita dapat mencegah wabah serius penyakit di sini, di Amerika Serikat, tetapi menjadi lebih sulit untuk melakukannya jika epidemi menyebar secara tidak terkendali di Afrika Barat,” papar Obama.
Obat untuk virus itu sendiri hingga saat ini belum berhasil ditemukan, walaupun ratusan percobaan telah dilakukan. Setidaknya sudah hampir 4.000 jiwa tewas akibat virus ini, yang lebih dari 90 persen diantaranya terjadi di Afrika.
(esn)