RI Dituduh Memata-matai Gerakan Papua Barat di Australia

Selasa, 07 Oktober 2014 - 18:47 WIB
RI Dituduh Memata-matai...
RI Dituduh Memata-matai Gerakan Papua Barat di Australia
A A A
JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia (RI) dituduh menggunakan mahasiswa yang studi di Australia untuk memata-matai aktivis Kemerdekaan Papua Barat yang ada di negeri Kanguru tersebut.

Tuduhan itu disampaikan aktivis Kemerdekaan Papua Barat yang berada di Australia. Menurut para aktivis itu, mahasiswa mahasiswa pascasarjana menyetor informasi kepada intelijen Indonesia.

Para aktivis pro-Republik Federal Papua Barat (FRWP) mengklaim memiliki bukti foto soal kegiatan mata-mata itu. FRWP membuka kantor di Melbourne, Australia, dan terus berupaya menuntut kemerdekaan dari Indonesia.

Salah satu bukti spionase Indonesia itu, menurut FRWP, adalah terganggunya perayaan “kemerdekaan” FRWP, karena seorang mahasiswa diam-diam merekam kegiatan mereka dengan smartphone.

Jacob Rumbiak, tokoh yang mengklaim “Menteri Luar Negeri" dari FRWP, menyatakan, salah satu pria ada di dalam kegiatan mereka untuk mengumpulkan informasi yang diberikan kepada pemerintah Indonesia.

”Dia menjelaskan bahwa dia studi PHD di Universitas Melbourne dan juga ia bekerja di Departemen Luar Negeri (Indonesia). Jadi dia bekerja di Pemerintah Indonesia,” kata Rumbiak, seperti diberitakan abc.net.au, Selasa (7/10/2014).

Menurut Rumbiak, pria itu akan melaporkan kegiatannya kepada pihak berwenang Indonesia. ”Dua juga datang dan mengambil foto dari kantor ini. Saya berpikir bahwa mereka mengambil foto dan dikirim ke pemerintah Indonesia melalui intelijen,” ujar Rumbiak. (Baca: Usik Papua Barat, Australia Berisiko Hina Indonesia)

Indonesia Membantah

Media Australia mengklaim telah menghubungi salah satu dari tiga orang Indonesia yang menghadiri pembukaan kantor FRWP untuk mengkonfirmasi kejadianyang sebenarnya versi mereka. Namun, tidak ada tanggapan.

Sementara itu, Kedutaan Besar Indonesia di Australia, memabantah tuduhan itu. ”Pemerintah Indonesia tidak menggunakan mahasiswa yang belajar di Australia, atau di mana saja, untuk mengumpulkan informasi dari berbagai sumber,” bunyi pernyataan kedutaan Indonesia.

”Kehadiran mahasiswa Indonesia di acara-acara terbuka untuk publik, termasuk yang berhubungan dengan Papua, mungkin berhubungan dengan studi mereka atau untuk kepentingan pribadi,” lanjut pernyataan kedutaan Indonesia.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
26 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
1 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
2 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved