Skema REDD+ Indonesia Diapresiasi Dunia

Kamis, 25 September 2014 - 12:18 WIB
Skema REDD+ Indonesia...
Skema REDD+ Indonesia Diapresiasi Dunia
A A A
NEW YORK - Skema Reducing Emission from Deforestation and Degradation (REDD+) Indonesia diapresiasi sekaligus diawasi dunia. Menurut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) skema itu membantu dunia dalam memerangi perubahan iklim dan pemanasan global.

Demikian pernyataan Presiden SBY saat membuka Forum Indonesia’s REDD+ di New York, Amerika Serikat.

Inisiatif yang dimulai sejak tahun 2005, REDD+ menjadi cara bagi negara–negara yang diberkahi hutan primer untuk membantu memerangi perubahan iklim dan pemanasan global. Caranya, dengan mengurangi emisi gas rumah kaca, melestarikan hutan, dan memanfaatkan potensi hutan dengan cara–cara terbarukan.

”Implementasi REDD+ telah memberikan kontribusi yang besar bagi Indonesia. Ada empat pelajaran yang dapat dipetik, yaitu pertama, implementasi REDD+ yang sukses mensyaratkan adanya perubahan cara berpikir tentang pemanfaatan hutan.

Kedua, REDD+ harus relevan dalam hal lingkungan dan sosial, karena itu mekanisme yang melindungi komunitas lokal perlu dikembangkan.

”Ketiga, REDD+ harus melibatkan berbagai macam pemangku kepentingan: sektor swasta, LSM, masyarakat lokal dan pemerintah. Keempat, peran pemerintah sebagai regulator tetaplah sangat penting,” lanjut PresIden SBY.

Menurut SBY, dengan adanya moratorium pengeluaran izin baru terkait pemanfaatan lahan gambut dan hutan tropis, Indonesia berhasil melindungi 53 juta hektare lahan. SBY mengakui ada tantangan terberat bagi Indonesia dalam melestarikan alam.

“Tantangan seperti meningkatnya populasi dan kebutuhan akan pangan dan energi akan memberikan tekanan hebat pada sumber daya yang dimiliki Indonesia,” ujarnya. ”Namun, dengan adanya pembagian tanggung jawab dan kemitraan yang baik, tentu tidak ada tantangan yang tidak bisa diatasi.”

Salah satu pemuji cara Indonesia adalah Menteri Lingkungan Hidup Norwegia, Tine Sundtoft. Menurutnya, cara yang seperti dilakukan Indonesia akan mengurangi karbon dioksida sebanyak 1 miliar ton di akhir tahun 2020.

“Indonesia telah banyak melakukan aksi–aksi impresif terkait dengan implementasi REDD+. Dengan dukungan parlemen Norwegia, pemerintah Norwegia sangat bangga menjadi partner negara–negara berkembang termasuk Indonesia untuk terus mendukung upaya memerangi perubahan iklim. Inisiatif ini akan terus kami lanjutkan sampai dengan tahun 2020,” ujar Menteri Sundtoft, dalam rilis dari Kementerian Luar Negeri Indonesia yang diterima Sindonews, Kamis (25/9/2014).
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
12 menit yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
43 menit yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
1 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
1 jam yang lalu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
1 jam yang lalu
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
3 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved