Kerry: Pemerintah Baru Irak, Senjata Lawan ISIS
Selasa, 09 September 2014 - 12:28 WIB
Kerry: Pemerintah Baru Irak, Senjata Lawan ISIS
A
A
A
KAIRO - Amerika Serikat (AS) menyambut baik terpilihnya Perdana Menteri baru Irak, Haider al-Abadi dalam sidang parlemen, kemarin. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry menyebut pemerintah baru adalah tonggak baru bagi Irak untuk melawan kekejaman ISIS.
Melansir VOA, Selasa (9/9/2014), Kerry mengatakan, pemerintahan baru di bawah Haider memiliki potensi untuk menyatukan semua masyarakat Irak. Haider dianggap memilki kapabilitas untuk merangkul semua suku di Irak, terutama Sunni dan Syiah untuk mencapai kedamaian di negeri kaya minyak itu.
“Pemerintah yang bersatu, yang bisa menyatukan Sunni, Syiah, dan Kurdi adalah sebuah kekuatan besar untuk melawan ISIS. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah baru untuk bisa merangkul semua pihak,” ucap Kerry.
Kerry menegaskan, AS akan terus membantu Irak, terutama dengan pemerintah baru Irak dalam melawan ISIS. “AS akan terus bahu-membahu bersama dengan Irak, selama mereka menerapkan rencana nasional mereka,” ucap Kerry mengacu pada rencana rekonsiliasi Irak.
Sementar itu, presiden AS, Barack Obama dikabarkan langsung memberikan selamat kepada Haider melalui sambungan telepon. “Kedua pemimpin sepakat bahwa pentingnya pemerintah baru untuk bisa mendengar aspirasi rakyat guna membangun Irak,” ucap pihak Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Haider dipilih oleh Parlemen Irak setelah melalui serangkan proses persidangan yang alot. Haider menggantikan Nouri al-Maliki yang dipaksa lengger karena dianggap tidak bisa mengendalikan kondisi Irak.
Melansir VOA, Selasa (9/9/2014), Kerry mengatakan, pemerintahan baru di bawah Haider memiliki potensi untuk menyatukan semua masyarakat Irak. Haider dianggap memilki kapabilitas untuk merangkul semua suku di Irak, terutama Sunni dan Syiah untuk mencapai kedamaian di negeri kaya minyak itu.
“Pemerintah yang bersatu, yang bisa menyatukan Sunni, Syiah, dan Kurdi adalah sebuah kekuatan besar untuk melawan ISIS. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah baru untuk bisa merangkul semua pihak,” ucap Kerry.
Kerry menegaskan, AS akan terus membantu Irak, terutama dengan pemerintah baru Irak dalam melawan ISIS. “AS akan terus bahu-membahu bersama dengan Irak, selama mereka menerapkan rencana nasional mereka,” ucap Kerry mengacu pada rencana rekonsiliasi Irak.
Sementar itu, presiden AS, Barack Obama dikabarkan langsung memberikan selamat kepada Haider melalui sambungan telepon. “Kedua pemimpin sepakat bahwa pentingnya pemerintah baru untuk bisa mendengar aspirasi rakyat guna membangun Irak,” ucap pihak Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.
Haider dipilih oleh Parlemen Irak setelah melalui serangkan proses persidangan yang alot. Haider menggantikan Nouri al-Maliki yang dipaksa lengger karena dianggap tidak bisa mengendalikan kondisi Irak.
(esn)