SBY dan Sekjen PBB Satu Jam Bahas Situasi Dunia
Kamis, 28 Agustus 2014 - 13:09 WIB
SBY dan Sekjen PBB Satu Jam Bahas Situasi Dunia
A
A
A
NUSA DUA - Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membahas situasi terkini dunia internasional bersama Sekjen PBB, Ban Kin Moon, selama satu jam.
Pertemuan SBY dan Ki-moon berlangsung di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, siang ini, Kamis (28/8/2014). Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Raya A, SBY didampingi Menlu Marty M Natalegawa.
Marty menjelaskan, pertemuan kedua pemimpin dunia itu, membahas banyak hal, berkaitan dengan forum PBB. Selain itu, dialog antar-perdaban juga menjadi bahan pembicaraan.
”Sekjen PBB, menyampaikan apresiasinya kepada Bapak SBY di mana Indonesia menjadi tuan rumah pertemun UNAOC,” kata Marty.
Kata Marty, situasi dunia saat ini banyak dilanda konflik antar-negara. Selain itu, negara harus berhdapan dengan intoleransi, ekstremisme, hingga diskirminasi.”Dua pemimpin dunia inj juga bertukar pandangan tentang situasi kawasan Asia tenggara,” ujar Marty.
Dalam kesempatan itu, Ban Ki Moon, menyampaikan apresiaisnya atas kepemimpinan SBY dalam kerangka Asean, di mana Indonesia memainkan peranan pentingnya.
Pertemuan SBY dan Ki-moon berlangsung di Hotel Laguna, Nusa Dua, Bali, siang ini, Kamis (28/8/2014). Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Raya A, SBY didampingi Menlu Marty M Natalegawa.
Marty menjelaskan, pertemuan kedua pemimpin dunia itu, membahas banyak hal, berkaitan dengan forum PBB. Selain itu, dialog antar-perdaban juga menjadi bahan pembicaraan.
”Sekjen PBB, menyampaikan apresiasinya kepada Bapak SBY di mana Indonesia menjadi tuan rumah pertemun UNAOC,” kata Marty.
Kata Marty, situasi dunia saat ini banyak dilanda konflik antar-negara. Selain itu, negara harus berhdapan dengan intoleransi, ekstremisme, hingga diskirminasi.”Dua pemimpin dunia inj juga bertukar pandangan tentang situasi kawasan Asia tenggara,” ujar Marty.
Dalam kesempatan itu, Ban Ki Moon, menyampaikan apresiaisnya atas kepemimpinan SBY dalam kerangka Asean, di mana Indonesia memainkan peranan pentingnya.
(mas)