Hamas pada Israel: Terima Persyaratan, atau Terus Berperang
Minggu, 17 Agustus 2014 - 12:14 WIB
Hamas pada Israel: Terima Persyaratan, atau Terus Berperang
A
A
A
KAIRO - Proses negoisasi gencatan senjata antara Palestina dan Israel diragukan akan mencapai kata sepakat. Kepala hubungan luar negeri Hamas, Osama Hamdan menyatakan, apa yang ditawarkan dalam perundingan itu tidak mewakili apa yang diinginkan rakyat Palestina.
Melansir Al Arabiya, Minggu (17/8/2014), Hamdan menegaskan, Isreal harus segera memutuskan apakah menerima tuntutan yang diajukan delegasi Palestina atau tidak. Menurut pejabat Hamas itu, bila Israel menolak, maka akan ada konsekuensi serius yang akan diterima Israel.
"Israel harus menerima tuntutan rakyat Palestina atau mereka akan menghadapi perang yang panjang," tulis Hamdan di laman Facebook pribadinya. Perang di Gaza sendiri telah berlangsung selama satu bulan, dan telah menewaskan lebih dari 1.900 warga Palestina dan sekitar 60 warga Israel.
Salah satu tuntutan yang selalu mendapat penolakan dari Israel adalah penghentian blokade di Gaza. Negara Zinonis itu terus menolak penghentian blokade di tengah tekanan internasional yang menguat agar Israel segera menghentian blokade yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.
Sementara itu, Uni Eropa mengatakan pihaknya bersedia untuk mengaktifkan kembali misi Uni Eropa di perbatasan Mesir dan Gaza untuk membantu menstabilkan daerah kantong Palestina setelah perang yang sudah berlangsung selama berminggu-minggu.
Melansir Al Arabiya, Minggu (17/8/2014), Hamdan menegaskan, Isreal harus segera memutuskan apakah menerima tuntutan yang diajukan delegasi Palestina atau tidak. Menurut pejabat Hamas itu, bila Israel menolak, maka akan ada konsekuensi serius yang akan diterima Israel.
"Israel harus menerima tuntutan rakyat Palestina atau mereka akan menghadapi perang yang panjang," tulis Hamdan di laman Facebook pribadinya. Perang di Gaza sendiri telah berlangsung selama satu bulan, dan telah menewaskan lebih dari 1.900 warga Palestina dan sekitar 60 warga Israel.
Salah satu tuntutan yang selalu mendapat penolakan dari Israel adalah penghentian blokade di Gaza. Negara Zinonis itu terus menolak penghentian blokade di tengah tekanan internasional yang menguat agar Israel segera menghentian blokade yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.
Sementara itu, Uni Eropa mengatakan pihaknya bersedia untuk mengaktifkan kembali misi Uni Eropa di perbatasan Mesir dan Gaza untuk membantu menstabilkan daerah kantong Palestina setelah perang yang sudah berlangsung selama berminggu-minggu.
(esn)