Ada Foto ISIS dan Gedung Putih, AS Jadi Target?
Sabtu, 16 Agustus 2014 - 11:20 WIB
Ada Foto ISIS dan Gedung Putih, AS Jadi Target?
A
A
A
WASHINGTON - Layanan Rahasia Amerika Serikat (AS) sedang menyelidiki foto-foto yang beredar di Twitter. Dalam foto itu tampak, seseorang memegang smartphone berisi gambar bendera kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di depan Gedung Putih.
Foto itu diduga diambil pada malam hari, dengan latar belakang Gedung Putih. Foto itu pertama kali muncul pada 9 Agustus dari akun Twitter seseorang yang kemudian dihapus.”Kami di kota-kota Anda. Kami berada di jalan-jalan Anda. Anda adalah tujuan kami, di mana saja,” bunyi tweet akun itu sebelum dihapus.
Juru bicara Layanan Rahasia AS, Ed Donovan, mengatakan kepada ABC News bahwa pihaknya memiliki divisi intelijen yang misinya adalah untuk menilai informasi yang diterima setiap hari. ”Selama tingkat ancaman itu berbahaya atau potensial,” kata Donovan.
”Kami menyadari soal gambar itu, dan akan mengambil langkah yang diperlukan dan yang sesuai dengan tindak lanjut yang tepat,” lanjut dia, yang dilansir Mail Online, Sabtu (16/8/2014).
Sebelum ini, pada 30 Juni 2014, sebuah foto mencurigakan juga beredar. Isinya menunjukkan sebuah catatan tangan berbahasa Arab dengan latar belakang Gedung Old Republic di Chicago.
Dalam salah satu video wawancara di Suriah yang dirilis VICE News, seorang militan ISIS yang tidak disebutkan namanya teleh memberi peringataan kepada pemerintah AS.”Saya berkata kepada Amerika, bahwa Khilafah Islam telah didirikan. Dan kami tidak akan berhenti,” kata militan itu.
”Jangan jadi pengecut dan menyerang kami dengan drone,” lanjut dia. ”Alih-alih mengirim tentara Anda, yang kita permalukan di Irak. Kami akan mempermalukan mereka di mana-mana, kami akan mengibarkan bendera Tuhan di Gedung Putih.”
Foto itu diduga diambil pada malam hari, dengan latar belakang Gedung Putih. Foto itu pertama kali muncul pada 9 Agustus dari akun Twitter seseorang yang kemudian dihapus.”Kami di kota-kota Anda. Kami berada di jalan-jalan Anda. Anda adalah tujuan kami, di mana saja,” bunyi tweet akun itu sebelum dihapus.
Juru bicara Layanan Rahasia AS, Ed Donovan, mengatakan kepada ABC News bahwa pihaknya memiliki divisi intelijen yang misinya adalah untuk menilai informasi yang diterima setiap hari. ”Selama tingkat ancaman itu berbahaya atau potensial,” kata Donovan.
”Kami menyadari soal gambar itu, dan akan mengambil langkah yang diperlukan dan yang sesuai dengan tindak lanjut yang tepat,” lanjut dia, yang dilansir Mail Online, Sabtu (16/8/2014).
Sebelum ini, pada 30 Juni 2014, sebuah foto mencurigakan juga beredar. Isinya menunjukkan sebuah catatan tangan berbahasa Arab dengan latar belakang Gedung Old Republic di Chicago.
Dalam salah satu video wawancara di Suriah yang dirilis VICE News, seorang militan ISIS yang tidak disebutkan namanya teleh memberi peringataan kepada pemerintah AS.”Saya berkata kepada Amerika, bahwa Khilafah Islam telah didirikan. Dan kami tidak akan berhenti,” kata militan itu.
”Jangan jadi pengecut dan menyerang kami dengan drone,” lanjut dia. ”Alih-alih mengirim tentara Anda, yang kita permalukan di Irak. Kami akan mempermalukan mereka di mana-mana, kami akan mengibarkan bendera Tuhan di Gedung Putih.”
(mas)