Situasi Tak Stabil, Indonesia Evakuasi Warganya
Selasa, 05 Agustus 2014 - 17:59 WIB
Situasi Tak Stabil, Indonesia Evakuasi Warganya
A
A
A
JAKARTA - Situasi kondisi Libya yang semakin tidak stabil membuat Indonesia memutuskan untuk mengevakuasi warganya di sana. Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa saat ditemui Sindonews di Jakarta.
“Kita merelokasi 152 orang WNI dari Libya melalui Tunisia,” ungkap Marty pada Selasa (5/8/2014). Dirinya juga menambahkan, saat ini masih ada warga negara Indonesia (WNI) yang tetap tinggal di Libya.
Menurut Marty, rata-rata mereka yang menolak untuk dievakuasi dari Libya karena mereka sudah menetap di sana atau sudah menikah dengan warga setempat. “Terdapat juga beberapa warga Indonesia di Libya yang saat kita ingin evakuasi sedang melaut, sehingga sulit kita jangkau,” ungkapnya.
Setidaknya 39 orang WNI memutuskan untuk bertahan di Libya karena alasan-alasan tersebut. Selain WNI, Indonesia juga telah merelokasi Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) yang ada di Tripoli ke Tunisia.
“Hari Minggu kemarin kita putuskan KBRI kita relokasi ke Tunisia. Hal ini dilakukan mengingat kondisi di Libya yang semakin tidak kondusif, ditambah KBRI kita sangat dekat dengan lokasi pertempuran di sana,” ucapnya.
Namun, Marty menegaskan KBRI di Tripoli masih tetap buka. Dirinya menyatakan, dua orang staf kedutaan masih ditemparkan di Tripoli. “Selama masih ada WNI di sana (Libya) maka kedutaan tidak akan pernah tutup,” ujar Marty.
“Kita merelokasi 152 orang WNI dari Libya melalui Tunisia,” ungkap Marty pada Selasa (5/8/2014). Dirinya juga menambahkan, saat ini masih ada warga negara Indonesia (WNI) yang tetap tinggal di Libya.
Menurut Marty, rata-rata mereka yang menolak untuk dievakuasi dari Libya karena mereka sudah menetap di sana atau sudah menikah dengan warga setempat. “Terdapat juga beberapa warga Indonesia di Libya yang saat kita ingin evakuasi sedang melaut, sehingga sulit kita jangkau,” ungkapnya.
Setidaknya 39 orang WNI memutuskan untuk bertahan di Libya karena alasan-alasan tersebut. Selain WNI, Indonesia juga telah merelokasi Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) yang ada di Tripoli ke Tunisia.
“Hari Minggu kemarin kita putuskan KBRI kita relokasi ke Tunisia. Hal ini dilakukan mengingat kondisi di Libya yang semakin tidak kondusif, ditambah KBRI kita sangat dekat dengan lokasi pertempuran di sana,” ucapnya.
Namun, Marty menegaskan KBRI di Tripoli masih tetap buka. Dirinya menyatakan, dua orang staf kedutaan masih ditemparkan di Tripoli. “Selama masih ada WNI di sana (Libya) maka kedutaan tidak akan pernah tutup,” ujar Marty.
(esn)