Israel Kembali Serang Sekolah PBB, AS Kaget
Senin, 04 Agustus 2014 - 10:54 WIB
Israel Kembali Serang Sekolah PBB, AS Kaget
A
A
A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) mengaku terkejut dengan penyerangan yang dilakukan oleh militer Israel terhadap sekolah milik PBB di kota Rafah, Gaza selatan kemarin. AS menggambarkan serangan ini sebagai tindakan yang memalukan.
Melansir Al Arabiya, Senin (4/8/2014), mengecam tindakan militer Israel adalah hal langka bagi AS. Sebelumnya, AS selalu membela segala tindakan ofensif yang dilakukan Israel di wilayah Gaza.
AS menegaskan, sekolah milik PBB adalah tempat yang harusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tembak. AS juga telah berulangkali memberikan koordinat lokasi sekolah-sekolah PBB di Gaza sebagai lokasi yang “haram” untuk diserang.
"Kami telah telah berulang kali menyampaikan kepada Angkatan Pertahanan Israel soal koordinat sekolah dan semua fasilitas PBB di Gaza, agar lokasi-lokasi itu tidak menjadi sasaran tembak mereka (Israel),” ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki.
Psaki menekakankan kepada militer Israel untuk berbuat lebih banyak dalam mencegah semakin banyaknya korban yang jatuh dari pihak warga sipil. Setidaknya sudah 1.800 orang tewas di Gaza semenjak Israel mulai menyerang 8 Juli lalu, mayoritas dari mereka adalah warga sipil.
Sebelumnya, kecaman juga datang dari Sekertaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. Dirinya menganggap serangan ini sebagai kerusakan moral dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ki-moon berpendapat serangan ini sudah masuk ke dalam kategori tindakan pidana.
Melansir Al Arabiya, Senin (4/8/2014), mengecam tindakan militer Israel adalah hal langka bagi AS. Sebelumnya, AS selalu membela segala tindakan ofensif yang dilakukan Israel di wilayah Gaza.
AS menegaskan, sekolah milik PBB adalah tempat yang harusnya dilindungi dan tidak menjadi sasaran tembak. AS juga telah berulangkali memberikan koordinat lokasi sekolah-sekolah PBB di Gaza sebagai lokasi yang “haram” untuk diserang.
"Kami telah telah berulang kali menyampaikan kepada Angkatan Pertahanan Israel soal koordinat sekolah dan semua fasilitas PBB di Gaza, agar lokasi-lokasi itu tidak menjadi sasaran tembak mereka (Israel),” ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki.
Psaki menekakankan kepada militer Israel untuk berbuat lebih banyak dalam mencegah semakin banyaknya korban yang jatuh dari pihak warga sipil. Setidaknya sudah 1.800 orang tewas di Gaza semenjak Israel mulai menyerang 8 Juli lalu, mayoritas dari mereka adalah warga sipil.
Sebelumnya, kecaman juga datang dari Sekertaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. Dirinya menganggap serangan ini sebagai kerusakan moral dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ki-moon berpendapat serangan ini sudah masuk ke dalam kategori tindakan pidana.
(esn)