Australia: SBY dan Mega Tak Terlibat

Kamis, 31 Juli 2014 - 20:18 WIB
Australia: SBY dan Mega...
Australia: SBY dan Mega Tak Terlibat
A A A
JAKARTA - Australia menegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri tidak terlibat dalam kasus korupsi yang sedang diproses penegak hukum di negeri tersebut.

“Pemerintah Australia menekankan bahwa Presiden dan mantan Presiden RI bukan pihak yang terlibat dalam proses pengadilan Securency,” dalam pernyataan pers yang dirilis Kedutaan Australia di Jakarta, Kamis (31/7/2014).

Menurutnya pelarangan publikasi kasus tersebut memang terkait nama-nama besar tokoh di kawasan Asia. Namun tidak berarti nama-nama tokoh tersebut terlibat di dalam kasus tersebut.

“Ini merupakan kasus rumit yang telah berlangsung lama yang menyangkut sejumlah besar nama individu. Penyebutan nama-nama tokoh tersebut dalam perintah itu tidak mengimplikasikan kesalahan pada pihak mereka,” demikian keterangan tertulis kedutaan itu, Kamis (31/7/2014).

Pemerintah Australia memandang perintah pelarangan publikasi merupakan cara yang terbaik untuk melindungi tokoh-tokoh tersebut dari risiko sindiran yang tak berdasar.

Terkait bocornya larangan publikasi kasus korupsi yang ikut menyebut nama-nama tokoh Asia oleh WikiLeaks, Pemerintah Australia akan mengambil tindakan hukum.

”Kami menyikapi pelanggaran perintah pencegahan ini dengan sangat serius dan kami sedang merujuknya ke kepolisian,” imbuh keterangan Kedutaaan Besar Australia di Jakarta.

Seperti diberitakan Sindonews, kasus yang dimaksud adalah, dugaan korupsi proyek pencetakan uang kertas yang melibatkan dua perusahaan Australia. Dua perusahaan itu adalah Reserve Bank of Australia (RBA) dan Note Printing Australia.

Menurut WikiLeaks dalam dokumen tertanggal 29 Juli 2014, karyawan dari kedua perusahaan itu diuga menyuap para pejabat Indonesia, Malaysia, dan Vietnam untuk memenangkan kontrak pencetakan uang kertas.

”Ini adalah tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana ada sensor oleh pihak berwenang Australia mengenai kasus (dugaan korupsi) senilai multijuta dolar,” bunyi dokumen WikiLeaks.
(esn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
7 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
8 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
9 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
10 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
11 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
12 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved