Rusia Kembali Buka Basis Mata-Mata di Kuba
Rabu, 16 Juli 2014 - 17:26 WIB
Rusia Kembali Buka Basis Mata-Mata di Kuba
A
A
A
MOSKOW - Rusia dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Kuba untuk kembali membuka basis mata-mata mereka di sana. Basis mata-mata di Kuba digunakan Rusia untuk memata-matai Amerika Serikat (AS) pada era perang dingin.
Melansir Channel News Asia, Rabu (16/7/2014) menurut beberapa media Rusia yang mengutip sumber dalam pemerintahan Rusia, pada prinsipnya kedua negara telah setuju untuk kembali membuka pangkalan Lourdes yang ditutup semenjak tahun 2001 lalu.
“Perjanjian (pembukaan basis mata-mata) tersebut telah disepakati saat Presiden Vladimir Putin mengunjungi Havana akhir pekan lalu,” ungkap sumber tersebut. Rusia menutup pangkalan Lourdes yang terletak di selatan Havana karena menghormati AS yang diterjang insiden 9/11.
Selain faktor tersebut, penutupan basis mata-mata itu juga ditunjukan untuk pengehematan biaya. Menurut beberapa pihak, pembukaan kembali pangkalan tersebut akibat memanasnya kembali hubungan AS dan Rusia.
Sementara itu, pemerintah Rusia melalui Juru bicara kepresidenan, Dmitry Peskov belum bersedia memberikan komentar apapun mengenai kabar pembukaan kembali basis mata-mata mereka tersebut.
Melansir Channel News Asia, Rabu (16/7/2014) menurut beberapa media Rusia yang mengutip sumber dalam pemerintahan Rusia, pada prinsipnya kedua negara telah setuju untuk kembali membuka pangkalan Lourdes yang ditutup semenjak tahun 2001 lalu.
“Perjanjian (pembukaan basis mata-mata) tersebut telah disepakati saat Presiden Vladimir Putin mengunjungi Havana akhir pekan lalu,” ungkap sumber tersebut. Rusia menutup pangkalan Lourdes yang terletak di selatan Havana karena menghormati AS yang diterjang insiden 9/11.
Selain faktor tersebut, penutupan basis mata-mata itu juga ditunjukan untuk pengehematan biaya. Menurut beberapa pihak, pembukaan kembali pangkalan tersebut akibat memanasnya kembali hubungan AS dan Rusia.
Sementara itu, pemerintah Rusia melalui Juru bicara kepresidenan, Dmitry Peskov belum bersedia memberikan komentar apapun mengenai kabar pembukaan kembali basis mata-mata mereka tersebut.
(esn)