Perang di Gaza adalah Tirani....

Selasa, 15 Juli 2014 - 16:29 WIB
Perang di Gaza adalah...
Perang di Gaza adalah Tirani....
A A A
GAZA - Mohamed Al-Batsh, sudah mempunyai firasat buruk sehari sebelum serangan udara Israel di Jalur Gaza dimulai. Remaja di Jalur Gaza itu menatap wajah ayahnya.

”Dia tampak aneh," kata Al-Batsh menggambarkan wajah ayahnya. ”Saya pergi ke kamar, menutup pintu, dan saya tahu dia akan mati. Saya meletakkan kepala di bantal dan menangis untuk ayah saya dan orang-orang yang akan mati,” lanjut dia, seperti dikutip CNN, Selasa (15/7/2014).

Ayah Batsh adalah seorang pemimpin sayap militer Hamas. Ayahnya tewas Sabtu malam lalu oleh serangan udara Israel, bersama dengan 17 orang lainnya. Itu adalah salah satu serangan paling berdarah, di mana salah satu korbannya ada yang baru berusia 10 tahun.

Serangan di Shaja'ia, dekat Kota Gaza tersebut menggambarkan bagaimana penduduk Gaza terjebak dalam perang, tanpa jalan keluar.
Otoritas Kesehatan Palestina menyatakan, invasi Israel di Jalur Gaza selama lebih dari sepekan ini sudah menewaskan 186 warga Gaza. Sebanyak 1.390 lainnya terluka.

Serangan udara Israel memang diklaim untuk menumpas para militan. Tapi, data PBB menyebut, 70 persen korban invasi Israel di Jalur Gaza adalah warga sipil, dengan 30 di antaranya anak-anak.

Adegan kehancuran yang diceritakan Al-Batsh juga terulang di Jabalya, Gaza utara. Di sana, isi rumah bereserakan di jalanan setelah serangan udara Israel diluncurkan. Rumah-rumah warga memang menjadi target militer Israel, karena dianggap sebagai tempat persembunyian para militan, penyimpanan amunisi, dan rencana teror.

Militer Israel mengatakan, pasukannya telah menyerang 1.470 target “teror" di Gaza. Mereka menuduh militan Hamas kerap menyembunyikan rudal dan senjata lainnya di rumah sakit dan rumah-rumah pribadi.

Para warga sipil di Gaza yang tidak terlibat perseteruan antara Hamas dan Israel pun merasa perang di Gaza adalah tirani bagi mereka. Mohamed Abu Hasan, misalnya. Dia sampai saat ini tidak mengerti, mengapa dia dan keluarganya seperti dihukum, meski tidak terlibat konflik Hamas dan Israel

”Anak saya tidak ada di sini,” ujar Abu Hassan kepada tetangganya. ”Apakah dia melawan Israel?," tanya Abu Hasan kepada istrinya yang memastikan anaknya yang jadi korban perang tidak terlibat konflik. ”Ini adalah tirani,” katanya lagi.
(mas)
Berita Terkait
Aksi Brutal Polisi Israel...
Aksi Brutal Polisi Israel Serbu Puluhan Jemaah di Masjid Al-Aqsa
Penampakan Rudal Iran...
Penampakan Rudal Iran saat Melintas di Atas Masjid Al Aqsa
Israel Serang Kamp Al...
Israel Serang Kamp Al Maghazi di Gaza Saat Malam Natal Menewaskan 70 orang
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Israel Menembaki Warga...
Israel Menembaki Warga Gaza di Distribusi Bantuan, 155 Terluka dan 20 Tewas
Panik Dibombardir Iran,...
Panik Dibombardir Iran, Israel Minta Dewan Keamanan PBB Rapat Darurat
Berita Terkini
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
45 menit yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
1 jam yang lalu
Pemimpin Tertinggi Iran...
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Peringatkan Perpecahan setelah Kekalahan Musuh di Medan Perang
2 jam yang lalu
Pesawat Nirawak Ukraina...
Pesawat Nirawak Ukraina Serang Crimea, 4 Orang Tewas, 10 Luka
3 jam yang lalu
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
5 jam yang lalu
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved