Raja Saudi Sumbang Rp600 Miliar untuk Rakyat Gaza
Senin, 14 Juli 2014 - 16:45 WIB
Raja Saudi Sumbang Rp600 Miliar untuk Rakyat Gaza
A
A
A
RIYADH - Kepedulian terhadap warga Gaza mulai menjalar. Setelah sebelumnya Mesir mengirimkan bantuan obat dan makanan ke Gaza, kali ini Raja Arab Saudi memberikan bantuan kepada warga Gaza.
Kantor berita Al Arabiya, pada Senin (14/7/2014), melaporkan Raja Saudi Abdullah bin Abdulaziz Al Saud dikabarkan memberikan bantuan sebesar USD50 juta atau sekitar Rp600 milar yang disalurkan melalui Bulan Sabit Merah Palestina di Gaza.
“Raja telah mengeluarkan perintah untuk memberikan bantuan kepada Bulan Sabit Merah Palestina di Gaza sebesat 200 juta riyal Saudi (USD50 juta),” ungkap Menteri Keuangan Arab Sauidi, Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf melalui sebuah pernyataan.
“Bantuan tersebut dialokasikan untuk membeli obat-obatan, selimut dan membeli perlengkapan yang dibutuhkan oleh warga Gaza yang menjadi korban serangan militer Israel,” Ibrahim menambahkan.
Mereka juga menyampaikan keprihatinan atas banyaknya korban sipil yang jatuh dari warga Gaza. “Serangan tersebut telah merenggut nyawa anak-anak, orang tua, dan mereka yang berkebutuhan khusus, mereka tidak bersalah,” ucap Ibrahim.
Kantor berita Al Arabiya, pada Senin (14/7/2014), melaporkan Raja Saudi Abdullah bin Abdulaziz Al Saud dikabarkan memberikan bantuan sebesar USD50 juta atau sekitar Rp600 milar yang disalurkan melalui Bulan Sabit Merah Palestina di Gaza.
“Raja telah mengeluarkan perintah untuk memberikan bantuan kepada Bulan Sabit Merah Palestina di Gaza sebesat 200 juta riyal Saudi (USD50 juta),” ungkap Menteri Keuangan Arab Sauidi, Ibrahim bin Abdulaziz Al-Assaf melalui sebuah pernyataan.
“Bantuan tersebut dialokasikan untuk membeli obat-obatan, selimut dan membeli perlengkapan yang dibutuhkan oleh warga Gaza yang menjadi korban serangan militer Israel,” Ibrahim menambahkan.
Mereka juga menyampaikan keprihatinan atas banyaknya korban sipil yang jatuh dari warga Gaza. “Serangan tersebut telah merenggut nyawa anak-anak, orang tua, dan mereka yang berkebutuhan khusus, mereka tidak bersalah,” ucap Ibrahim.
(mas)