Laut Hitam Memanas, Rusia dan NATO Saling Bermanuver

Sabtu, 05 Juli 2014 - 08:32 WIB
Laut Hitam Memanas,...
Laut Hitam Memanas, Rusia dan NATO Saling Bermanuver
A A A
MOSKOW - Situasi di kawasan Laut Hitam kembali memanas setelah Rusia meluncurkan latihan perang besar-besaran di hari yang sama di mana NATO juga menggelar latihan perang. Manuver besar-besaran Rusia dan NATO itu sama-sama dimulai sejak kemarin (4/7/2014).

Kementerian Pertahanan Rusia mengkonfirmasi, sekitar 20 kapal perang, lebih dari 20 pesawat dan helikopter tempur, serta banyak artileri ambil bagian dalam latihan perang besar-besaran dalam satu komando Armada Laut Hitam. (Baca: Kapal Perang 5 Sekutu NATO Bermanuver di Laut Hitam)

Kualitas latihan perang besar-besaran militer Rusia diklaim telah disesuaikan dengan standar dunia. “Latihan (perang) mengeluarkan semua kemampun sejumlah misi pelatihan tempur, termasuk penghancuran musuh angkatan laut di laut, serta mengorganisir angkatan laut dan pertahanan udara di pesirir,” bunyi pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia.

Dalam misi ini, kekuatan Armada Laut Hitam Rusia berada di bawah komando Laksamana Aleksandr Vitko. Rusia dalam latihan perang besar-besaran ini, secara khusus juga mendeteksi untuk upaya penghancuran kapal selam siluman milik musuh mereka.

”Pasukan pesisir dan marinir akan bergerilya berjuang dengan pasukan serbu taktis, sementara pesawat udara akan terlibat dalam pengintaian dan menargetkan kapal musuh,” lanjut kementerian itu.

Lima Sekutu NATO

Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), juga memulai latihan perang di Laut Hitam sejak kemarin dan akan berakhir sampai 13 Juli 2014. Reuters, pada Sabtu (5/7/2014) melaporkan, berbagai kapal perang dari Amerika Serikat (AS) dan empat negara sekutu NATO terus beramanuver di Laut Hitam.

Selain AS yang mengerahkan kapal perangnya, Bulgaria, Rumania, Yunani dan Turki juga ikut mengerahkan kapal perang. AS juga menyediakan pesawat tempur untuk patroli.

“Tujuan utama dari latihan perang ini adalah untuk meningkatkan kompatibilitas taktis dan kolaborasi dari angkatan laut berbagai negara anggota NATO secara tidak terduga dan muncul dalam situasi kritis,” demikian keterangan Departemen Pertahanan Bulgaria.

Ketegangan NATO dengan Rusia dipicu oleh krisis Ukraina. Di mana NATO membela Ukraina, sejak wilayah Crimea yang sebelumnya milik Ukraina dianeksasi atau dicaplok Rusia.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
17 menit yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
2 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
3 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
4 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved