Tiga Remaja Israel Dihabisi, AS dan Inggris Ikut Kesal
Selasa, 01 Juli 2014 - 11:12 WIB
Tiga Remaja Israel Dihabisi, AS dan Inggris Ikut Kesal
A
A
A
LONDON - Pemerintah Inggris mengutuk pembunuhan tiga remaja Israel yang hilang sejak 12 Juni 2014. Pemerintah Israel sendiri menyalahkan Hamas dan bersumpah akan memberikan ganjaran setimpal terhadap kelompok di Palestina itu.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, kesal dengan aksi pembunuhan tiga remaja Israel tersebut. ”Pembunuhan itu merupakan tindakan teror yang tidak bisa dimaafkan dan Inggris akan bersama Israel untuk berusaha mencari keadilan,” kata Cameron, dalam sebuah pernyataan. (Baca: Tiga Remaja Yahudi Ditemukan Tak Bernyawa, Israel Murka)
”Ini adalah tindakan mengerikan dan teror yang tidak bisa dibenarkan terhadap remaja. Inggris akan berdiri dengan Israel, dan berusaha untuk membawa kasus itu ke pengadilan (untuk menghhukum) mereka yang bertanggung jawab,” lanjut Cameron, seperti dikutip Reuters, Selasa (1/7/2014).
Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, juga mengutuk pembunuhan tiga remaja Israel itu.”Itu tidak masuk akal,” katanya mengacu pembunuhan terhadap tiga remaja Israel. Dia memperingatkan tindakan itu akan mengacuakan situasi di Timur Tengah. (Baca juga: Israel Mengamuk, Hamas: Pintu Neraka Terbuka!)
Presiden Prancis, François Hollande, juga menyampaikan kutukan senada. “Pembunuhan pengecut,” sebut Hollande mengacu pada pembunuhan tiga remaja Israel.
Tiga remaja Yahudi itu ditemukan dalam kodisi tidak bernyawa di sebuah lapangan dekat Halhul, sebuah kota di Hebron utara, tidak jauh dari Tepi Barat bagian selatan. Ketiganya sudah dicari sejak hilang 12 Juni 2014.
”Selama mencari Eyal Ifrach, Gilad Shaer dan Naftali Frankel, IDF (tentara Israel) menemukan tiga mayat di dekat Hebron,” bunyi pernyataan militer Israel dalam akun Twitter-nya. Militer Israel mulai mengamuk dengan menghancurkan rumah-rumah warga di Hebron yang diduga milik penculik tiga remaja itu.
Perdana Menteri Inggris, David Cameron, kesal dengan aksi pembunuhan tiga remaja Israel tersebut. ”Pembunuhan itu merupakan tindakan teror yang tidak bisa dimaafkan dan Inggris akan bersama Israel untuk berusaha mencari keadilan,” kata Cameron, dalam sebuah pernyataan. (Baca: Tiga Remaja Yahudi Ditemukan Tak Bernyawa, Israel Murka)
”Ini adalah tindakan mengerikan dan teror yang tidak bisa dibenarkan terhadap remaja. Inggris akan berdiri dengan Israel, dan berusaha untuk membawa kasus itu ke pengadilan (untuk menghhukum) mereka yang bertanggung jawab,” lanjut Cameron, seperti dikutip Reuters, Selasa (1/7/2014).
Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, juga mengutuk pembunuhan tiga remaja Israel itu.”Itu tidak masuk akal,” katanya mengacu pembunuhan terhadap tiga remaja Israel. Dia memperingatkan tindakan itu akan mengacuakan situasi di Timur Tengah. (Baca juga: Israel Mengamuk, Hamas: Pintu Neraka Terbuka!)
Presiden Prancis, François Hollande, juga menyampaikan kutukan senada. “Pembunuhan pengecut,” sebut Hollande mengacu pada pembunuhan tiga remaja Israel.
Tiga remaja Yahudi itu ditemukan dalam kodisi tidak bernyawa di sebuah lapangan dekat Halhul, sebuah kota di Hebron utara, tidak jauh dari Tepi Barat bagian selatan. Ketiganya sudah dicari sejak hilang 12 Juni 2014.
”Selama mencari Eyal Ifrach, Gilad Shaer dan Naftali Frankel, IDF (tentara Israel) menemukan tiga mayat di dekat Hebron,” bunyi pernyataan militer Israel dalam akun Twitter-nya. Militer Israel mulai mengamuk dengan menghancurkan rumah-rumah warga di Hebron yang diduga milik penculik tiga remaja itu.
(mas)