Habisi Lima Rekannya, Tentara Nakal Korsel Diburu
Senin, 23 Juni 2014 - 11:34 WIB
Habisi Lima Rekannya, Tentara Nakal Korsel Diburu
A
A
A
SEOUL - Seorang tentara Korea Selatan (Korsel) diinstruksikan agar menyerahkan diri setelah dilakukan perburuan besar-besaran karena membunuh lima rekannya saat wajib militer. Seruan agar tentara itu menyerah diserukan pada Senin (23/6/2014).
Tentara itu sudah diburu dua hari ini, setelah membunuh lima rekannya dengan serangan granat. Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan para pejabat sedang berusaha untuk membujuk tentara berusia 22 tahun itu untuk menyerahkan diri.
Dia diketahui melarikan diri di wilayah hutan di Kota Goseong, pantai timur semenangjung Korea. Insiden serangan granat itu terjadi Sabtu malam. Di mana, tentara bermarga Lim itu melemparkan granat dan melepaskan tembakan yang menewaskan lima rekannya dan melukai tujuh tentara lainnya.
“Perintah untuk menembak (diserukan), jika tentara itu menolak untuk menyerah,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-seok, seperti dikutip Reuters. ”Perintahnya adalah adalah agar menangkap dia, tapi kami mencoba untuk membujuknya agar dia menyerah,” lanjut Kim.
Militer Korsel juga telah mendekati para kerabat tentara itu. Ayah tentara tersebut, bahkan diminta berbicara kepada anaknya melalui telepon, dan diminta membujuk anaknya agar menyerah.
Tentara itu sudah diburu dua hari ini, setelah membunuh lima rekannya dengan serangan granat. Kementerian Pertahanan Korsel mengatakan para pejabat sedang berusaha untuk membujuk tentara berusia 22 tahun itu untuk menyerahkan diri.
Dia diketahui melarikan diri di wilayah hutan di Kota Goseong, pantai timur semenangjung Korea. Insiden serangan granat itu terjadi Sabtu malam. Di mana, tentara bermarga Lim itu melemparkan granat dan melepaskan tembakan yang menewaskan lima rekannya dan melukai tujuh tentara lainnya.
“Perintah untuk menembak (diserukan), jika tentara itu menolak untuk menyerah,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-seok, seperti dikutip Reuters. ”Perintahnya adalah adalah agar menangkap dia, tapi kami mencoba untuk membujuknya agar dia menyerah,” lanjut Kim.
Militer Korsel juga telah mendekati para kerabat tentara itu. Ayah tentara tersebut, bahkan diminta berbicara kepada anaknya melalui telepon, dan diminta membujuk anaknya agar menyerah.
(mas)