Lolos dari Maut berkali-kali, Pria Inggris Dijuluki Benyawa 99
Senin, 09 Juni 2014 - 15:36 WIB
Lolos dari Maut berkali-kali, Pria Inggris Dijuluki Benyawa 99
A
A
A
LONDON - Pria asal Inggris ini bernama Ian Fordrey, 52. Dia dijuluki pria bernyawa 99, setelah lolos dari tiga kecelakaan pesawat dan dua bom.
Selain selamat dati tiga kecelakaan pesawat dan dua bom, Fordrey seumur hidupnya juga berhasil lolos tiga kecelakaan kereta api, dan empat kebakaran besar.
”Saya tidak tahu apakah saya orang paling beruntung, atau tersial,” katanya. ”Bencana telah mengikuti saya sepanjang hidup saya. Setiap kali sesuatu terjadi, saya pikir; ya ampun, tidak lagi,” tuturnya, seperti dikutip Daily Mail, Senin (9/6/2014).
“(Bencana) Ini tanpa henti. Ini sampai ke titik di mana orang mengatakan Hail Mary dan melakukan Tanda Salib setiap kali saya berjalan ke pub,” canda dia. Keberuntungannya itu dimulai saat ia berusia 11 tahun.
Kala itu, dia tengah melakukan perjalanan ke sekolah di Aviemore, Skotlandia dengan kereta api. Tiba di sekolah, dia dan teman-temannya membuat orangtua mereka cemas, karena kereta api yang sempat membawa mereka mengalami kecelakaan.
Setahun kemudian, pada perjalanan sekolah ke Swiss, peristiwa yang nyaris sama terjadi. Yakni, kereta yang sempat dia tumpangi jatuh di sebuah terowongan.”Jika saya akan tahu bagaimana hal itu terjadi, saya akan pergi langsung ke gereja dan disiram dengan air suci,” katanya.
Sejak saat itu, Fodrey merenungkan pepatah bahwa di dunia ini mungkin ada orang bernyawa sembilan. Dia pun berpikir, apakah dia memiliki 99 nyawa.
Pada tahun 1992, saat Fordrey makan siang dengan mantan istrinya dan seorang teman di Sussex Tavern, di London, tiba-tiba bom meledak yang menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya. Dia berhasil lolos dari serangan bom itu.
Tiga tahun kemudian, pada tahun 1995, Fordrey yang usai terbang dengan pesawat di Biggin Hill, kaget mengetahui, pesawat yang dia tumpangi satu jam lalu jatuh. Selain itu, saat perjalanan ke Afrika Selatan pesawat yang dia tumpangi nyaris mendarat di atas pesawat lain gara-gara ada kesalahn informasi dari petugas pengontrol lalu lintas udara.
Insiden tidak kalah tragis dia alami ketika terbang di wilayah udara Denmar. Tiba-tiba-tiba pesawat yang dia tumpangi terbang sangat dekat dengan pesawat lain yang sayap pesawat hampir bersentuhan.
Kejadian terbaru, saat dia bekerja di sebuah perusahaan kurir sepeda motor di Biggin Hill. Dia kala itu ditugaskan mengantar paket ke sebuah perusahaan di Docklands London. Usai pulang mengantar paket, gedung yang dia kirimi paket itu meledak, 20 menit setelah dia pergi. ”Saya rindu bom yang meledek sekitar 20 menit (setelah saya pergi),” ujarnya.
Selain selamat dati tiga kecelakaan pesawat dan dua bom, Fordrey seumur hidupnya juga berhasil lolos tiga kecelakaan kereta api, dan empat kebakaran besar.
”Saya tidak tahu apakah saya orang paling beruntung, atau tersial,” katanya. ”Bencana telah mengikuti saya sepanjang hidup saya. Setiap kali sesuatu terjadi, saya pikir; ya ampun, tidak lagi,” tuturnya, seperti dikutip Daily Mail, Senin (9/6/2014).
“(Bencana) Ini tanpa henti. Ini sampai ke titik di mana orang mengatakan Hail Mary dan melakukan Tanda Salib setiap kali saya berjalan ke pub,” canda dia. Keberuntungannya itu dimulai saat ia berusia 11 tahun.
Kala itu, dia tengah melakukan perjalanan ke sekolah di Aviemore, Skotlandia dengan kereta api. Tiba di sekolah, dia dan teman-temannya membuat orangtua mereka cemas, karena kereta api yang sempat membawa mereka mengalami kecelakaan.
Setahun kemudian, pada perjalanan sekolah ke Swiss, peristiwa yang nyaris sama terjadi. Yakni, kereta yang sempat dia tumpangi jatuh di sebuah terowongan.”Jika saya akan tahu bagaimana hal itu terjadi, saya akan pergi langsung ke gereja dan disiram dengan air suci,” katanya.
Sejak saat itu, Fodrey merenungkan pepatah bahwa di dunia ini mungkin ada orang bernyawa sembilan. Dia pun berpikir, apakah dia memiliki 99 nyawa.
Pada tahun 1992, saat Fordrey makan siang dengan mantan istrinya dan seorang teman di Sussex Tavern, di London, tiba-tiba bom meledak yang menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya. Dia berhasil lolos dari serangan bom itu.
Tiga tahun kemudian, pada tahun 1995, Fordrey yang usai terbang dengan pesawat di Biggin Hill, kaget mengetahui, pesawat yang dia tumpangi satu jam lalu jatuh. Selain itu, saat perjalanan ke Afrika Selatan pesawat yang dia tumpangi nyaris mendarat di atas pesawat lain gara-gara ada kesalahn informasi dari petugas pengontrol lalu lintas udara.
Insiden tidak kalah tragis dia alami ketika terbang di wilayah udara Denmar. Tiba-tiba-tiba pesawat yang dia tumpangi terbang sangat dekat dengan pesawat lain yang sayap pesawat hampir bersentuhan.
Kejadian terbaru, saat dia bekerja di sebuah perusahaan kurir sepeda motor di Biggin Hill. Dia kala itu ditugaskan mengantar paket ke sebuah perusahaan di Docklands London. Usai pulang mengantar paket, gedung yang dia kirimi paket itu meledak, 20 menit setelah dia pergi. ”Saya rindu bom yang meledek sekitar 20 menit (setelah saya pergi),” ujarnya.
(mas)