Sampul Buku Kuno Harvard Terbuat dari Kulit Manusia

Sabtu, 07 Juni 2014 - 17:28 WIB
Sampul Buku Kuno Harvard...
Sampul Buku Kuno Harvard Terbuat dari Kulit Manusia
A A A
LONDON - Sebuah pengujian dilakukan terhadap buku kuno koleksi perpustakaan Universitas Havard, Inggris. Pemicunya, karena ada klaim yang menyatakan bukut berjudul “Des destinées de l'ame” tersebut sampulnya terbuat dari kulit manusia.

Buku itu berisi tentang meditasi pada kehidupan setelah kematian yang diberikan si penulis kepada Dr Ludovic Bouland pada pertengahan 1880-an. Cerita itu berlanjut, setelah Bouland membuat sampul buku itu dengan kulit tubuh seorang perempuan pasien sakit jiwa yang meninggal dunia akibat stroke.

Sebuah prasasti ditulis Bouland di sampul depan dalam bahasa Prancis.”Kulit perkamen manusia yang ada ornamen telah dicap untuk menjaga keanggunan,” bunyi tulisan itu.

”Dengan melihat hati-hati, Anda dengan mudah membedakan pori-pori kulit. Sebuah buku tentang jiwa manusia berhak untuk memiliki penutup manusia. Saya telah menyimpan sepotong kulit manusia yang diambil dari bagian belakang seorang wanita,” lanjut tulisan Bouland, seperti dikutip AFP, kemarin.

“Sangat menarik untuk melihat aspek yang berbeda. Perubahan kulit ini sesuai dengan metode dikenakan,” imbuh tulisan tersebut.

Sampul buku dari kulit manusia adalah praktek yang disebut "bibliopegy anthropodermic" dan itu dilakukan sejak abad ke-17. Meskipun prasasti itu mengklaim bahwa sampul buku tersebut dari kulit manusia, namun pustakawan Harvard belum melakukan tes secara menyeluruh pada sampul buku tersebut.

Untuk memverifikasi benar atau tidaknya kulit manusia dijadikan sampul buku tersebut, sampel kecil telah diambil dan dianalisis. Penelitian dilakukan dengan teknik sidik jari dan pendekatan analitis yang mengidentifikasi jenis kulit. Proses ini bisa membedakan berbagai jenis kulit. Contohnya, kulit sapi, domba atau kambing atau kulit primata yang mungkin saja ada persamaan dengan struktur kulit manusia.

Kulit yang diuji selanjutnya dianalisis menggunakan teknik yang disebut kromatografi-spektrometri. Teknik ini akan menunjukkan urutan asam amino untuk membedakan antar-spesies. Namun, menurut seorang konservator buku terkemuka, Alan Puglia, 99 persen sampul buku kuno itu memang terbuat dari kulit manusia.
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
1 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
2 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
4 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
5 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved