Jam Malam Thailand Dicabut 5 Kali untuk Pesta Miras di Pantai
Sabtu, 07 Juni 2014 - 16:26 WIB
Jam Malam Thailand Dicabut 5 Kali untuk Pesta Miras di Pantai
A
A
A
BANGKOK - Junta militer Thailand berencana mencabut penerapan jam malam selama lima malam mulai 9 hingga 13 Juni 2014 nanti. Hal itu untuk memberikan kesempatan digelarnya Pesta Bulan Purnama.
Dalam tradisi untuk memikat turis asing, Thailand rutin menggelar pesta itu di pantai. Dalam pesta itu, para turis bebas membawa dan menenggak berabagai minuman keras (miras). Para turis diberi kesempatan untuk menari hingga fajar di pulau Phangan, Thailand.
Otoritas Pariwisata Thailand dalam situsnya menyatakan, jam malam akan dicabut selama lima malam pada 9-13 Juni 2014 untuk pesta pantai.
Pulau Phangan, merupakan salah satu pulau di kawasan Teluk Thailand yang jadi andalan untuk memikat wisatawan selama malam bulan purnama berlangsung.
Panglima militer yang mendeklarasikan dirinya sebagai Perdana Menteri Thailand, Jenderal Prayuth Chan-ocha dalam pidatonya kemarin mengatakan, para turis dipersilakan mengunjungi Thailand selama jam malam dicabut. Namun, dia tetap meminta para turis tetap berperilaku sopan.
”Mereka seharusnya tidak datang ke Thailand untuk melakukan sesuatu yang ilegal,” katanya, mengkritik para turis asing yang memamerkan budaya yang tidak cocok dengan budaya kerajaan Thailand.
”Mereka datang untuk obat-obatan dan untuk hal-hal buruk,” lanjut Prayuth, seperti dikutip news.com.au, Sabtu (7/6/2014). ”Saya merasa malu. Apakah Anda tidak malu ketika mereka datang dengan membawa budaya asing mereka?,” imbuh dia.
Pesta Bulan Purnama itu menjadi kesempatan bagi Thailand untuk menarik wisatawan, setelah berbulan-bulan negara itu mengalami kekacauan politik. Sejak kudeta militer terjadi yang diikuti dengan pelarangan demonstrasi lebih dari lima orang, penyensoran media dan penangkapan para aktivis, jumlah pengunjung turis asing ke Thailand merosot 10,6 persen.
Menurut Kementerian Pariwisata Thailand, pada periode yang sama tahun lalu, jumlah turis asing yang datang ke Thailand mencapai sekitar 1,74 juta orang.
Dalam tradisi untuk memikat turis asing, Thailand rutin menggelar pesta itu di pantai. Dalam pesta itu, para turis bebas membawa dan menenggak berabagai minuman keras (miras). Para turis diberi kesempatan untuk menari hingga fajar di pulau Phangan, Thailand.
Otoritas Pariwisata Thailand dalam situsnya menyatakan, jam malam akan dicabut selama lima malam pada 9-13 Juni 2014 untuk pesta pantai.
Pulau Phangan, merupakan salah satu pulau di kawasan Teluk Thailand yang jadi andalan untuk memikat wisatawan selama malam bulan purnama berlangsung.
Panglima militer yang mendeklarasikan dirinya sebagai Perdana Menteri Thailand, Jenderal Prayuth Chan-ocha dalam pidatonya kemarin mengatakan, para turis dipersilakan mengunjungi Thailand selama jam malam dicabut. Namun, dia tetap meminta para turis tetap berperilaku sopan.
”Mereka seharusnya tidak datang ke Thailand untuk melakukan sesuatu yang ilegal,” katanya, mengkritik para turis asing yang memamerkan budaya yang tidak cocok dengan budaya kerajaan Thailand.
”Mereka datang untuk obat-obatan dan untuk hal-hal buruk,” lanjut Prayuth, seperti dikutip news.com.au, Sabtu (7/6/2014). ”Saya merasa malu. Apakah Anda tidak malu ketika mereka datang dengan membawa budaya asing mereka?,” imbuh dia.
Pesta Bulan Purnama itu menjadi kesempatan bagi Thailand untuk menarik wisatawan, setelah berbulan-bulan negara itu mengalami kekacauan politik. Sejak kudeta militer terjadi yang diikuti dengan pelarangan demonstrasi lebih dari lima orang, penyensoran media dan penangkapan para aktivis, jumlah pengunjung turis asing ke Thailand merosot 10,6 persen.
Menurut Kementerian Pariwisata Thailand, pada periode yang sama tahun lalu, jumlah turis asing yang datang ke Thailand mencapai sekitar 1,74 juta orang.
(mas)