MH370 Tak Beres, Keluarga Korban Ingin Selidiki Sendiri
Sabtu, 07 Juni 2014 - 09:09 WIB
MH370 Tak Beres, Keluarga Korban Ingin Selidiki Sendiri
A
A
A
WASHINGTON - Para keluarga korban tragedi pesawat Malaysia Airlines MH370 tidak puas atau kecewa dengan pencarian pesawat itu yang tidak membuahkan hasil. Mereka menggalang dana untuk melakukan penyelidikan sendiri.
Mereka meyakini ada yang tidak beres dengan insiden hilangnya pesawat MH370 pada 8 Maret 2014 itu. Mereka tidak percaya, pesawat itu jatuh ke Samudera Hindia selatan. Para keluarga korban ingin menggalang dana sebesar USD5 juta.
Dari dana sebanyak itu, sebesar USD3 juta akan diberikan untuk whistleblower yang bisa mengungkap tragedi MH370 dengan informasi baru, dan USD2 juta untuk detektif swasta untuk melakukan penyelidikan dengan petunjuk yang ada.
Kampanye penggalangan dana itu bertajuk “Hadiah MH370: Pencarian untuk Kebenaran”. Kampanye telah resmi diluncurkan Senin lalu, melalui berbagai website. Para keluarga korban MH370 yang ikut mengampanyekan penggalangan dana itu adalah para keluarga penumpang pesawat MH370 asal Amerika Serikat, Australia, Prancis, India dan Selandia Baru.
Sedangkan keluarga korban asal China dan Malaysia yang merupakan penumpang terbanyak dalam tragedi itu tidak ikut terlibat. Sarah Bajc, pasangan Philip Wood salah satu penumpang pesawat MH370 asal Amerika Serikat, memberikan alasan penggalangan dana tersebut.
”Kami mengambil masalah ini ke tangan kita sendiri,” kata Bajc yang dilansir USA Today, semalam (6/6/2014). ”Tidak ada bukti kredibel, bahwa pesawat itu jatuh di Samudera Hindia selatan. Saya yakin seseorang sedang menyembunyikan sesuatu.
Bajc tak sendirian dengan keyakinan soal kejanggalan targedi MH370. Tapi, banyak pihak, termasuk mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad juga merasakan hal serupa. Kendati demikian, para pejabat terkait bersikeras dengan analisis, bahwa pesawat itu memang jatuh di Samudera Hindia selatan.
”Tak ada yang penting sedang disembunyikan dengan cara apapun,” kata Angus Houston, kepala Badan Koordinasi Pencarian Bersama (JaCC) Australia. ”Pendekatan saya selalu menjadi seterbuka mungkin yang saya bisa,” katanya lagi.
Sementara itu, pejabat Malaysia juga membantah bahwa ada kejanggalan dalan transparansi penyelidikan pesawat MH370. Meskipun, Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein mengaku tidak dapat menampung 100 persen pertanyaan yang dibuat oleh media soal tragedi MH370.
Mereka meyakini ada yang tidak beres dengan insiden hilangnya pesawat MH370 pada 8 Maret 2014 itu. Mereka tidak percaya, pesawat itu jatuh ke Samudera Hindia selatan. Para keluarga korban ingin menggalang dana sebesar USD5 juta.
Dari dana sebanyak itu, sebesar USD3 juta akan diberikan untuk whistleblower yang bisa mengungkap tragedi MH370 dengan informasi baru, dan USD2 juta untuk detektif swasta untuk melakukan penyelidikan dengan petunjuk yang ada.
Kampanye penggalangan dana itu bertajuk “Hadiah MH370: Pencarian untuk Kebenaran”. Kampanye telah resmi diluncurkan Senin lalu, melalui berbagai website. Para keluarga korban MH370 yang ikut mengampanyekan penggalangan dana itu adalah para keluarga penumpang pesawat MH370 asal Amerika Serikat, Australia, Prancis, India dan Selandia Baru.
Sedangkan keluarga korban asal China dan Malaysia yang merupakan penumpang terbanyak dalam tragedi itu tidak ikut terlibat. Sarah Bajc, pasangan Philip Wood salah satu penumpang pesawat MH370 asal Amerika Serikat, memberikan alasan penggalangan dana tersebut.
”Kami mengambil masalah ini ke tangan kita sendiri,” kata Bajc yang dilansir USA Today, semalam (6/6/2014). ”Tidak ada bukti kredibel, bahwa pesawat itu jatuh di Samudera Hindia selatan. Saya yakin seseorang sedang menyembunyikan sesuatu.
Bajc tak sendirian dengan keyakinan soal kejanggalan targedi MH370. Tapi, banyak pihak, termasuk mantan Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad juga merasakan hal serupa. Kendati demikian, para pejabat terkait bersikeras dengan analisis, bahwa pesawat itu memang jatuh di Samudera Hindia selatan.
”Tak ada yang penting sedang disembunyikan dengan cara apapun,” kata Angus Houston, kepala Badan Koordinasi Pencarian Bersama (JaCC) Australia. ”Pendekatan saya selalu menjadi seterbuka mungkin yang saya bisa,” katanya lagi.
Sementara itu, pejabat Malaysia juga membantah bahwa ada kejanggalan dalan transparansi penyelidikan pesawat MH370. Meskipun, Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein mengaku tidak dapat menampung 100 persen pertanyaan yang dibuat oleh media soal tragedi MH370.
(mas)