Dua Negara Eropa Timur Ini Berani Tolak Pasukan NATO

Kamis, 05 Juni 2014 - 18:03 WIB
Dua Negara Eropa Timur...
Dua Negara Eropa Timur Ini Berani Tolak Pasukan NATO
A A A
BRATISLAVA - Dua negara di Eropa Timur, Slovakia dan Republik Ceko, telah menolak untuk menjadi tuan rumah bagi pasukan NATO. Kedua negara itu juga menolak jika wilayahnya dijadikan pangkalan militer NATO.

Perdana menteri dua negara itu menyampaikan penolakan terhadap usulan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama yang menginginkan pasukan NATO dikerahkan di dua negara Eropa Timur tersebut. Penolakan itu, mewarnai peta perpolitikan baru di Eropa Timur. Sebab, mayoritas negara di Eropa Timur justru mengharapkan kehadiran pasukan NATO. Mereka selama ini cemas dengan sepak terjang Rusia di Ukraina.

Perdana Menteri Slovakia, Robert Fico, mengatakan, negaranya siap memenuhi kewajibannya sebagai negara anggota NATO. Namun, dia menolak jika pasukan NATO beroperasi di wilayahnya.

“(Kami) tidak bisa membayangkan jika pasukan asing dikerahkan di wilayah kami, ke beberapa pangkalan (militer),” kata Fico, seperti dikutip Russia Today, Kamis (5/6/2014).

“Slovakia memiliki pengalaman historis dengan partisipasi pasukan asing. Mari kita ingat invasi tahun 1968. Oleh karena itu, topik ini luar biasa sensitif terhadap kami,” lanjut Fico.

Ceko dan Slovakia semula adalah satu negara bernama Cekoslovakia. Namun, pada tahun 1993 keduanya terpecah menjadi Republik Ceko dan Slovakia.

Suara penolakan yang sama juga disampaikan Perdana Menteri Ceko, Bohuslav Sobotka, Selasa lalu. Dia mengatakan, bahwa negaranya tidak ingin melihat keberadaan pasukan asing di wilayahnya. Menteri Pertahanan Republik Ceko, Martin Stropinsky, mengatakan, invasi pasukan asing pada tahun 1968 menjadi alasan utama bagi negaranya untuk menolak menerima pasukan NATO.

Sikap berbeda ditunjukkan tiga negara Batik, yakni Lithuania, Latvia dan Estonia, yang antusias menerima kehadiaran pasukan NATO untuk latihan perang guna mencegah aksi Rusia yang dicurigai akan menyerang negara-negara Eropa Timur setelah mencaplok Crimea dari Ukraina.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
16 menit yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
58 menit yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
3 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
4 jam yang lalu
Infografis
Tanpa Italia, Ini Daftar...
Tanpa Italia, Ini Daftar Lengkap 48 Negara Kontestan Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved