Takut dihukum Rusia, Perancis tak batalkan jual kapal perang

Selasa, 13 Mei 2014 - 09:01 WIB
Takut dihukum Rusia,...
Takut dihukum Rusia, Perancis tak batalkan jual kapal perang
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Perancis tetap melanjutkan kesepakatan kontrak untuk menjual dua kapal perang perang Mistral kepada Rusia. Perancis mengabaikan tekanan Amerika Serikat dan Uni Eropa yang sedang menjatuhkan sanksi terhadap Rusia atas intervensi Moskow dalam krisis Ukraina.

Perancis takut terkena hukuman dari Rusia jika berani membatalkan kontrak itu. Pasalnya, nilai sanksi atau hukuman sangat besar dan bisa mempengaruhi ekonomi Perancis. (Baca: Perancis jual kapal perang ke Rusia, AS kesal)

Seorang pejabat Pemerintah Perancis yang bepergian dengan Presiden Francoise Hollande di Azerbaijan, mengatakan, Perancis tidak mau menerima denda yang memberatkan dari Rusia.

”(Kapal) Mistral bukan bagian dari sanksi tingkat ketiga (yang dijatuhkan kepada Rusia). Kontrak telah dibayarkan dan akan ada sanksi keuangan jika tidak memberikan (kapal) itu,” kata pejabat yang menolak ditulis namanya itu.

“Perancis yang akan dihukum (jika melanggar kontrak). Ini terlalu mudah untuk mengatakan Perancis harus menyerah untuk menjual kapal,” lanjut pejabat itu.

Presiden Hollande juga mengatakan, bahwa kontrak tetap akan berjalan. ”Kontrak ini ditandatangani pada tahun 2011, hal itu akan dijalankan. Untuk saat itu tidak dipertanyakan,” ujar Hollande dalam kunjungan ke Jerman untuk menemui Kanselir Angela Merkel.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia memperingatkan Paris, untuk membayar denda mahal jika berani membatalkan kesepakatan kontrak.

LamanRussia Today melaporkan, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama dan Menteri Luar John Kerry, pada Selasa (13/5/2014) akan bertemu Menteri Luar Negeri Perancis, Laurent Fabius di Washington. Mereka akan membahas masalah penjualan kapal perang Perancis kepada Rusia, di saat AS dan sekutu-sekutunya di Eropa sedang menjatuhkan sanksi kepada Moskow.

Kapal perang Mistral Perancis yang dijual ke Rusia ada dua jenis. Yang pertama, bernama Vladivostok, yang dijadwalkan akan sampai ke Rusia pada Oktober 2014.

Sedangkan yang kedua, bernama Sebastopol yang akan dikirimkan pada tahun 2015. Kapal-kapal perang itu akan ditempatkan bersama Armada Laut Hitam Rusia di Crimea, wilayah yang semula bagian dari Ukraina namun dianeksasi Moskow pada Maret 2014 lalu.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
21 menit yang lalu
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
30 menit yang lalu
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
1 jam yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
2 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
3 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved