Barat ancam Rusia tak ganggu pemilu di Ukraina
Minggu, 11 Mei 2014 - 14:59 WIB
Barat ancam Rusia tak ganggu pemilu di Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Perancis dan Jerman mengancam Rusia dengan konsekuensi tambahan jika Moskow mengganggu pemilihan presiden Ukraina yang akan dilaksanakan akhir bulan ini. Hal ini meningkatkan tekanan diplomatik kepada Rusia, bila referendum di Ukraina timur terlaksana.
"Jika pemilihan presiden yang diakui secara internasional tidak berlangsung pada 25 Mei. Ini akan membuat negara (Ukraina) semakin tidak stabil. Perancis dan Jerman percaya, dalam kasus ini konsekuensi yang sesuai harus diambil," ungkap Presiden Prancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel.
Seperti dilansir Channel News Asia, Minggu (11/5/2014), dalam pernyataan bersama, keduanya juga mendesak pasukan keamanan Ukraina untuk menghentikan serangan di wilayah Ukraina timur yang dikuasai massa pro Rusia hingga 25 mei mendatang, dan mendesak Kiev untuk menarik pasukan mereka.
Mereka menekankan, pasukan keamanan Ukraina harus menahan diri dari tindakan ofensif sebelum pemilu berlangsung. Presiden interim Ukraina Oleksandr Turchynov mengatakan, Kiev sendiri siap untuk melakukan negosiasi dengan perwakilan dari wilayah timur, tetapi bukan dengan pihak separatis pro Rusia yang mereka anggap sebagai teroris.
Merkel dan Hollande menyarankan kepada Barat dan Uni Eropa untuk memprisiapkan sanksi baru yang mencakup seluruh bagian ekonomi Rusia, jika memang apa yang mereka takutkan benar-benar terjadi.
"Jika pemilihan presiden yang diakui secara internasional tidak berlangsung pada 25 Mei. Ini akan membuat negara (Ukraina) semakin tidak stabil. Perancis dan Jerman percaya, dalam kasus ini konsekuensi yang sesuai harus diambil," ungkap Presiden Prancis Francois Hollande dan Kanselir Jerman Angela Merkel.
Seperti dilansir Channel News Asia, Minggu (11/5/2014), dalam pernyataan bersama, keduanya juga mendesak pasukan keamanan Ukraina untuk menghentikan serangan di wilayah Ukraina timur yang dikuasai massa pro Rusia hingga 25 mei mendatang, dan mendesak Kiev untuk menarik pasukan mereka.
Mereka menekankan, pasukan keamanan Ukraina harus menahan diri dari tindakan ofensif sebelum pemilu berlangsung. Presiden interim Ukraina Oleksandr Turchynov mengatakan, Kiev sendiri siap untuk melakukan negosiasi dengan perwakilan dari wilayah timur, tetapi bukan dengan pihak separatis pro Rusia yang mereka anggap sebagai teroris.
Merkel dan Hollande menyarankan kepada Barat dan Uni Eropa untuk memprisiapkan sanksi baru yang mencakup seluruh bagian ekonomi Rusia, jika memang apa yang mereka takutkan benar-benar terjadi.
(esn)