Bekas Menhan Inggris sebut Rusia rezim preman

Rabu, 07 Mei 2014 - 18:02 WIB
Bekas Menhan Inggris...
Bekas Menhan Inggris sebut Rusia rezim preman
A A A
Sindonews.com – Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris, Liam Fox, menyesalkan sikap Amerika Serikat dan Uni Eropa yang tidak tegas untuk menindak Rusia yang ia anggap berulah di Ukraina.

Menurutnya, pembekuan kenggotaan Rusia dari G-8 masih terlalu lunak. Harusnya, menurut Fox, Rusia diputus selamanya dari keanggotaan G-8. Fox pun mengkritik pemerintahan Vladimir Putin sebagai rezim yang ingin mewujudkan imperalisme masa lalu Soviet.

Pemerintah Putin juga dia sebut telah memonopoli harga gas sebagai senjata untuk menekan negara-negara kecil di Eropa, terutama negara pecahan Uni Soviet.

”Putin menyaksikan reaksi dari negara-negara Barat, sementara dia mengganggu Ukraina dengan memainkan harga dan pasokan gas dari Rusia. Ia melihat bahwa kami tidak bisa melakukan apa-apa,” kata Fox, semalam (6/5/2014), seperti dilansir Mail Online.

”Pemerintah Putin adalah penindas dan rezim preman. Rusia telah menerapkan kebijakan kejam soal ekspor gas sebagai senjata strategis,” lanjut dia. ”Sama seperti pengedar narkoba yang mendapat pecandu, mereka ketagihan dan kemudian dia dapat menuntut harga apapun yang mereka sukai,” imbuh Fox menyindir strategi Putin.

Dalam pidato keras di Estonia, Fox mendukung rencana NATO untuk menempatkan pasukannya secara permanen di Eropa Timur. ”Kita harus tegas dalam merespons tantangan ini dengan hukum internasional,” katanya. “Jangan salah, ini (tindakan Rusia) adalah ekspansi Rusia yang bergema dari imperalismenya di masa lalu.”

Tuduhan bahwa Rusia ingin mewujudkan mimpi imperalisme Uni Soviet, menurut Fox, adalah bukti pencaplokan Crimea dari Ukraina bulan lalu. ”Sudah terlalu lama, perilaku buruk pemerintah Putin telah diabaikan. Apa yang kita saksikan di Ukraina saat ini bukan pola baru dari perilaku Rusia,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
24 menit yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
1 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
2 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
2 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
3 jam yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved