Menlu Rusia: Tragedi di Odessa aksi fasisme!
Rabu, 07 Mei 2014 - 16:19 WIB
Menlu Rusia: Tragedi di Odessa aksi fasisme!
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov mengutuk tragedi pembakaran gedung di Odessa oleh militan pro-Kiev yang menewaskan puluhan orang pro-Rusia 2 Mei 2014 lalu. Dia menyebut tragedi itu sebagai aksi khas fasisme.
“Apa yang terjadi di Odessa adalah aksi fasisme, dan kita akan menuntut kebenaran,” kata Lavrov saat upacara mengenang para pahlawan Rusia yang tewas dalam Perang Dunia II, Rabu (7/5/2014). Rusia, ujar Lavrov minta kasus pembakaran gedung di Odessa jangan ditutup-tutupi.
Menurutnya, bertepatan dengan peringatan “Victory Day” atau hari kemenangan Rusia terhadap Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, Rusia ingin menegaskan kembali perannya untuk membasmi fasime di seluruh Eropa dan di seluruh dunia.
Lavrov seperti dilansir Russia Today menyebut Eropa sangat selektif dalam menilai ideologi fasisme. Dia tidak akan pernah menerima pembenaran atas tragedi pembakaran gedung di Odessa yang sebagian besar korbannya adalah warga lokal etnis Rusia.
Setidaknya 46 orang tewas dalam tragedi pembakaran gedung di Odessa, pekan lalu. Sebagian besar korban adalah warga etnis Rusia yang menjadi sasaran amukan massa pro-Kiev.
Namun, pihak Ukraina menilai tragedi itu tidak bisa disalahkan mutlak ke pihak Kiev. Jaksa di Ukraina, Oleg Mahnitsky mengatakan, kebakaran gedung di Odessa bisa saja disebabkan oleh kedua kubu yang berseteru, yakni massa pro dan anti-Kiev.
“Apa yang terjadi di Odessa adalah aksi fasisme, dan kita akan menuntut kebenaran,” kata Lavrov saat upacara mengenang para pahlawan Rusia yang tewas dalam Perang Dunia II, Rabu (7/5/2014). Rusia, ujar Lavrov minta kasus pembakaran gedung di Odessa jangan ditutup-tutupi.
Menurutnya, bertepatan dengan peringatan “Victory Day” atau hari kemenangan Rusia terhadap Nazi Jerman dalam Perang Dunia II, Rusia ingin menegaskan kembali perannya untuk membasmi fasime di seluruh Eropa dan di seluruh dunia.
Lavrov seperti dilansir Russia Today menyebut Eropa sangat selektif dalam menilai ideologi fasisme. Dia tidak akan pernah menerima pembenaran atas tragedi pembakaran gedung di Odessa yang sebagian besar korbannya adalah warga lokal etnis Rusia.
Setidaknya 46 orang tewas dalam tragedi pembakaran gedung di Odessa, pekan lalu. Sebagian besar korban adalah warga etnis Rusia yang menjadi sasaran amukan massa pro-Kiev.
Namun, pihak Ukraina menilai tragedi itu tidak bisa disalahkan mutlak ke pihak Kiev. Jaksa di Ukraina, Oleg Mahnitsky mengatakan, kebakaran gedung di Odessa bisa saja disebabkan oleh kedua kubu yang berseteru, yakni massa pro dan anti-Kiev.
(mas)