Mata-matai AS, pesawat Rusia lintasi langit dekat California
Selasa, 06 Mei 2014 - 09:25 WIB
Mata-matai AS, pesawat Rusia lintasi langit dekat California
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) untuk wilayah Pasifik, Jenderal Herbert Carlisle, mengatakan, intervensi Rusia di Ukraina telah telah disertai dengan gerakan di Asia-Pasifik. Hal itu dalam rangka kegiatan intelijen untuk mengumpulkan data.
Jenderal Carlisle menyebut kegiatan intelijen Rusia termasuk merbangkan pesawatnya hingga ke wilayah udara di dekat pantai California dan sekitar pulau Guam, AS di wilayah Pasifik. Selain itu, pulau-pulau di sekitar Jepang dan wilayah Korea juga diintai Rusia dari jarak jauh.
Berbicara di Washington, Carlisle menunjukkan slide (gambar berseri) dari aksi pesawat jet tempur AS F – 15 saat mencegat pesawat Rusia di wilayah udara Guam. Rusia disebut menggunakan pesawat Tupolov Tu-95 dalam aksi itu.
”Tentu saja apa yang terjadi di Ukraina dan Crimea adalah tantangan bagi kita dan itu adalah tantangan bagi kami di Asia Pasifik serta di Eropa,” kata Carlisle, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/5/2014).
Menurutnya, manuver Rusia di wilayah Asia-Pasifik berhubungan dengan apa yang terjadi di Ukraina. ”Mereka datang dengan penerbangan ke pantai California, mereka telah mengelilingi Guam,” ujarnya. ”Itu untuk menunjukkan kemampuan mereka untuk melakukannya. Itu untuk mengumpulkan data intelijen,” lanjut dia.
Departemen Pertahanan AS di Pacifik belum memberikan tanggapan atas laporan itu. Sementara itu, Mike Green, wakil presiden senior untuk Asia di Center for Strategic and International Studies (CSIS) atau Pusat Studi Strategi Internasional, mengatakan frekuensi insiden itu menggambarkan bahwa Rusia “menggugah Perang Dingin”.
Sebelum laporan itu muncul, Presiden Rusia, Vladimir Putin pernah membuat pengumuman, bahwa Rusia dan China akan menggelar latihan militer besama untuk menjamin keamanan Rusia. Namun, Putin tidak menyebut apakah misi militer Rusia dengan China itu terkait dengan apa yang dituduhkan petinggi militer AS perihal gerakan Rusia di Asia-Pasifik atau tidak.
Jenderal Carlisle menyebut kegiatan intelijen Rusia termasuk merbangkan pesawatnya hingga ke wilayah udara di dekat pantai California dan sekitar pulau Guam, AS di wilayah Pasifik. Selain itu, pulau-pulau di sekitar Jepang dan wilayah Korea juga diintai Rusia dari jarak jauh.
Berbicara di Washington, Carlisle menunjukkan slide (gambar berseri) dari aksi pesawat jet tempur AS F – 15 saat mencegat pesawat Rusia di wilayah udara Guam. Rusia disebut menggunakan pesawat Tupolov Tu-95 dalam aksi itu.
”Tentu saja apa yang terjadi di Ukraina dan Crimea adalah tantangan bagi kita dan itu adalah tantangan bagi kami di Asia Pasifik serta di Eropa,” kata Carlisle, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/5/2014).
Menurutnya, manuver Rusia di wilayah Asia-Pasifik berhubungan dengan apa yang terjadi di Ukraina. ”Mereka datang dengan penerbangan ke pantai California, mereka telah mengelilingi Guam,” ujarnya. ”Itu untuk menunjukkan kemampuan mereka untuk melakukannya. Itu untuk mengumpulkan data intelijen,” lanjut dia.
Departemen Pertahanan AS di Pacifik belum memberikan tanggapan atas laporan itu. Sementara itu, Mike Green, wakil presiden senior untuk Asia di Center for Strategic and International Studies (CSIS) atau Pusat Studi Strategi Internasional, mengatakan frekuensi insiden itu menggambarkan bahwa Rusia “menggugah Perang Dingin”.
Sebelum laporan itu muncul, Presiden Rusia, Vladimir Putin pernah membuat pengumuman, bahwa Rusia dan China akan menggelar latihan militer besama untuk menjamin keamanan Rusia. Namun, Putin tidak menyebut apakah misi militer Rusia dengan China itu terkait dengan apa yang dituduhkan petinggi militer AS perihal gerakan Rusia di Asia-Pasifik atau tidak.
(mas)