Abbas & Meshaal bertemu bahas rekonsiliasi Palestina
Senin, 05 Mei 2014 - 18:33 WIB
Abbas & Meshaal bertemu bahas rekonsiliasi Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Palestina, Mahmud Abbas akan mengadakan pembicaraan dengan pemimpin Hamas, Khaled Meshaal di Doha, Qatar, pada Senin (5/5/2014) untuk menandatangani kesepakatan rekonsiliasi Palestina.
"Abbas akan bertemu Meshaal hari ini (di Doha), tapi untuk waktunya kita belum tahu pasti tepatnya kapan," ungkap seorang pejabat senior Palestina, seperti dilansir Channel News Asia. Ini adalah pertemuan pertama mereka sejak tahun 2012.
Abbas terbang ke ibukota Qatar akhir pekan lalu untuk bertemu dengan Emir Sheikh Tamim bin Hamad al - Thani pada Senin pagi, sebelum bertemu dengan Meshaal. Abbas akan bertemu dengan Meshaal yang berada dalam pengasingan di Doha selama lebih dari dua tahun, setelah meninggalkan basis sebelumnya di Damaskus.
"Presiden Abu Mazen (Abbas) dapat bertemu dengan Khaled Meshaal pada hari Senin untuk membahas kesepakatan rekonsiliasi dan bagaimana untuk menerapkannya," ungkap juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri.
Pada tanggal 23 April lalu Organiasai Palestina Merdeka (PLO) mengumumkan kesepakatan persatuan nasional untuk mengakhiri tujuh tahun konflik politik antara dua partai terbesar Palestina, dengan pemerintah persatuan nasional yang akan ditetapkan dalam waktu dekat.
"Abbas akan bertemu Meshaal hari ini (di Doha), tapi untuk waktunya kita belum tahu pasti tepatnya kapan," ungkap seorang pejabat senior Palestina, seperti dilansir Channel News Asia. Ini adalah pertemuan pertama mereka sejak tahun 2012.
Abbas terbang ke ibukota Qatar akhir pekan lalu untuk bertemu dengan Emir Sheikh Tamim bin Hamad al - Thani pada Senin pagi, sebelum bertemu dengan Meshaal. Abbas akan bertemu dengan Meshaal yang berada dalam pengasingan di Doha selama lebih dari dua tahun, setelah meninggalkan basis sebelumnya di Damaskus.
"Presiden Abu Mazen (Abbas) dapat bertemu dengan Khaled Meshaal pada hari Senin untuk membahas kesepakatan rekonsiliasi dan bagaimana untuk menerapkannya," ungkap juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri.
Pada tanggal 23 April lalu Organiasai Palestina Merdeka (PLO) mengumumkan kesepakatan persatuan nasional untuk mengakhiri tujuh tahun konflik politik antara dua partai terbesar Palestina, dengan pemerintah persatuan nasional yang akan ditetapkan dalam waktu dekat.
(esn)