MAS mulai bahas kompensasi dengan kerabat penumpang MH370
Sabtu, 03 Mei 2014 - 22:56 WIB
MAS mulai bahas kompensasi dengan kerabat penumpang MH370
A
A
A
Sindonews.com – Malaysia Airlines (MAS) pada Sabtu (3/5/2014), menegaskan, perwakilan mereka mulai membahas soal uang muka kompensasi dengan keluarga penumpang pesawat MAS MH370 yang hilang sejak 8 Maret lalu.
Menurut MAS, langkah ini dilakukan untuk membantu para anggota keluarga penumpang MH370 dalam memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. MAS menjamin, pemberian uang muka tidak akan membahayakan hak keluarga penumpang untuk mengklaim kompensasi sesuai dengan hukum pada tahap berikutnya.
"Ini (uang muka kompensasi) akan dihitung sebagai bagian dari kompensasi akhir," sebut pernyataan MAS, seperti dikutip dari Bernama. Menurut pernyataan itu, hal-hal yang berkaitan dengan kompensasi tetap pribadi dan rahasia dan.
“Dengan demikian, MAS tidak akan mendiskusikan rincian ini pada publik, untuk menghormati keluarga yang berduka,” lanjut pernyataan itu.
Hingga kini, belum ada bukti kuat yang didapat, meski telah dilakukan pencarian besar-besaran terhadap pesawat yang membawa 239 penumpang itu. Pencarian di tiga perairan, Selat Malaka, Laut China Selatan, dan Samudera Hindia tak membuahkan hasil.
Menurut MAS, langkah ini dilakukan untuk membantu para anggota keluarga penumpang MH370 dalam memenuhi kebutuhan ekonomi mereka. MAS menjamin, pemberian uang muka tidak akan membahayakan hak keluarga penumpang untuk mengklaim kompensasi sesuai dengan hukum pada tahap berikutnya.
"Ini (uang muka kompensasi) akan dihitung sebagai bagian dari kompensasi akhir," sebut pernyataan MAS, seperti dikutip dari Bernama. Menurut pernyataan itu, hal-hal yang berkaitan dengan kompensasi tetap pribadi dan rahasia dan.
“Dengan demikian, MAS tidak akan mendiskusikan rincian ini pada publik, untuk menghormati keluarga yang berduka,” lanjut pernyataan itu.
Hingga kini, belum ada bukti kuat yang didapat, meski telah dilakukan pencarian besar-besaran terhadap pesawat yang membawa 239 penumpang itu. Pencarian di tiga perairan, Selat Malaka, Laut China Selatan, dan Samudera Hindia tak membuahkan hasil.
(esn)