Tak sebut Rusia, AS desak adili perusuh di Odessa
Sabtu, 03 Mei 2014 - 10:58 WIB
Tak sebut Rusia, AS desak adili perusuh di Odessa
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengutuk aksi pembakaran gedung serikat buruh di Odessa, Ukraina tenggara yang menyebabkan banyak massa anti-Pemerintah Ukraina tewas.
Namun, kali ini AS tidak menyebut Rusia sebagai pihak yang disalahkan, meski Ukraina tetap menyalahkan Rusia.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, mengatakan, pelaku kerusuhan dan pembakaran gedung serikat buruh di kota terbesar ketiga di Ukraina harus diseret ke pengadilan. Dari kesaksian korban yang selamat, pelakunya adalah massa pro-Kiev atu kelompok sayap kanan ultranasionalis Ukraina. (Baca: Gedung dibakar, massa anti-Kiev dibakar hidup-hidup)
”Kekerasan dan kekacauan yang menyebabkan begitu banyak kematian dan korban luka-luka tidak masuk akal tidak dapat diterima,” kata Harf, seperti dilansir Voice of Russia, Sabtu (3/5/2014).
”Kami menyerukan kepada semua pihak untuk bekerja sama untuk memulihkan ketenangan dan hukum dan ketertiban , dan kami menyerukan kepada Pemerintah Ukraina untuk memulai penyelidikan penuh dan membawa semua orang bertanggung jawab ke pengadilan,” lanjut Harf yang tidak menyalahkan Rusia.
Namun, pada Jumat malam, Kiev menuduh dinas keamanan Rusia terlibat dalam kerusuhan di Odessa. Kementerian Dalam Negeri Ukraina menyebut korban tewas telah bertambah dari 31 orang menjadi 38 orang.
”Sebanyak 38 orang tewas akibat kebakaran di gedung serikat buruh di Odessa. Sekitar 30 dari mereka mengalami sesak napas oleh asap dan 8 orang tewas ketika melompat keluar dari jendela gedung dalam upaya untuk menyelamatkan diri,” bunyi pernyataan kementerian itu.
Dalam aksi pembakaran gedung itu juga diwarnai bentrok berdarah antara massa pro dan anti-Kiev. Korban luka dalam pertumpahan darah di Odessa hingga kini mencapai 170 orang. (Baca juga: Pertumpahan darah kembali pecah di Ukraina, puluhan tewas)
Namun, kali ini AS tidak menyebut Rusia sebagai pihak yang disalahkan, meski Ukraina tetap menyalahkan Rusia.
Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf, mengatakan, pelaku kerusuhan dan pembakaran gedung serikat buruh di kota terbesar ketiga di Ukraina harus diseret ke pengadilan. Dari kesaksian korban yang selamat, pelakunya adalah massa pro-Kiev atu kelompok sayap kanan ultranasionalis Ukraina. (Baca: Gedung dibakar, massa anti-Kiev dibakar hidup-hidup)
”Kekerasan dan kekacauan yang menyebabkan begitu banyak kematian dan korban luka-luka tidak masuk akal tidak dapat diterima,” kata Harf, seperti dilansir Voice of Russia, Sabtu (3/5/2014).
”Kami menyerukan kepada semua pihak untuk bekerja sama untuk memulihkan ketenangan dan hukum dan ketertiban , dan kami menyerukan kepada Pemerintah Ukraina untuk memulai penyelidikan penuh dan membawa semua orang bertanggung jawab ke pengadilan,” lanjut Harf yang tidak menyalahkan Rusia.
Namun, pada Jumat malam, Kiev menuduh dinas keamanan Rusia terlibat dalam kerusuhan di Odessa. Kementerian Dalam Negeri Ukraina menyebut korban tewas telah bertambah dari 31 orang menjadi 38 orang.
”Sebanyak 38 orang tewas akibat kebakaran di gedung serikat buruh di Odessa. Sekitar 30 dari mereka mengalami sesak napas oleh asap dan 8 orang tewas ketika melompat keluar dari jendela gedung dalam upaya untuk menyelamatkan diri,” bunyi pernyataan kementerian itu.
Dalam aksi pembakaran gedung itu juga diwarnai bentrok berdarah antara massa pro dan anti-Kiev. Korban luka dalam pertumpahan darah di Odessa hingga kini mencapai 170 orang. (Baca juga: Pertumpahan darah kembali pecah di Ukraina, puluhan tewas)
(mas)