Anggota parlemen tak lengkap, Lebanon gagal pilih presiden baru
Kamis, 01 Mei 2014 - 19:48 WIB
Anggota parlemen tak lengkap, Lebanon gagal pilih presiden baru
A
A
A
Sindonews.com – Lebanon kembali gagal memilih presiden baru. Hal tersebut disebabkan karena hampir sebagian besar anggota parlemen Lebanon tidak hadir dan menolak mengikuti pemungutan suara.
Seperti dilansir Aljazeera, Kamis (1/5/2014), dari 128 anggota parlemen, hanya 76 yang bersedia hadir dan mengikuti pemilihan. Sementara untuk memulai pemungutan suara diperlukan setidaknya kehadiran 86 anggota parlemen.
Paska gagal menentukan presiden, ketua Parlemen Lebanon, Nabih Beri, memutuskan untuk menjadwalkan ulang pemilihan pada 7 Mei 2014. Ini adalah kali ketiga parlemen Lebanon gagal menentukan presiden mereka.
Sejumlah pengamat politik di Lebanon menduga kegagalan pemilihan presiden ini dikarenakan adanya perbedaan blok politik di parlemen Lebanon yang sangat kental. Pihak parlemen sendiri tidak memberikan penjelasan kenapa banyak anggota parlemen yang menolak hadir.
Nasib Lebanon akan kembali ditentukan 7 Mei mendatang. Bila kembali gagal, Lebanon terancam akan menghadapi kekosongan Kepala Negara. Hal ini dikarenakan Presiden Lebanon saat ini Michael Suleiman akan habis masa jabatannya pada 25 Mei mendatang.
Seperti dilansir Aljazeera, Kamis (1/5/2014), dari 128 anggota parlemen, hanya 76 yang bersedia hadir dan mengikuti pemilihan. Sementara untuk memulai pemungutan suara diperlukan setidaknya kehadiran 86 anggota parlemen.
Paska gagal menentukan presiden, ketua Parlemen Lebanon, Nabih Beri, memutuskan untuk menjadwalkan ulang pemilihan pada 7 Mei 2014. Ini adalah kali ketiga parlemen Lebanon gagal menentukan presiden mereka.
Sejumlah pengamat politik di Lebanon menduga kegagalan pemilihan presiden ini dikarenakan adanya perbedaan blok politik di parlemen Lebanon yang sangat kental. Pihak parlemen sendiri tidak memberikan penjelasan kenapa banyak anggota parlemen yang menolak hadir.
Nasib Lebanon akan kembali ditentukan 7 Mei mendatang. Bila kembali gagal, Lebanon terancam akan menghadapi kekosongan Kepala Negara. Hal ini dikarenakan Presiden Lebanon saat ini Michael Suleiman akan habis masa jabatannya pada 25 Mei mendatang.
(esn)