Irak gelar pemilu di tengah serangkaian serangan
Kamis, 01 Mei 2014 - 11:22 WIB
Irak gelar pemilu di tengah serangkaian serangan
A
A
A
Sindonews.com – Jutaan warga Irak pada Rabu (30/4/2014) berbondong-bondong mendatangi tempat pemungutan suara untuk melakukan pemilihan umum, di tengah semakin gencarnya serangan bersenjata oleh kelompok militan yang menargerkan lokasi pemungutan suara.
“Dalam sebuah serangan, empat orang tewas dan 18 lainnya luka-luka ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan rompi bom di pintu masuk pusat pemungutan suara di kota Baij, sekitar 220 km dari ibukota Irak, Baghdad,” ungkap seorang polisi setempat, seperti dilansir Xinhua, Kamis (1/5/2014).
“Di provinsi Diyala, sebuah bom pinggir jalan meledak di luar sebuah pusat pemungutan suara di kota Maqdadiyah, sekitar 100 km sebelah timur laut dari Baghdad, tiga orang tewas sementara tujuh lainnya luka-luka,” sumber polisi tersebut menambahkan dalam kondisi anonim.
“Secara terpisah, tujuh bom pinggir jalan meledak di dekat beberapa tempat pemungutan suara di kota Dibis, menewaskan dua warga sipil dan melukai dua pejabat keamanan dan seorang tentara,” lanjut sumber polisi tersebut.
Sumber itu juga mengatakan, pasukan keamanan Irak bentrok dengan sejumlah pria bersenjata yang mencoba untuk menyerang pusat pemungutan suara di kota Hadhar, menewaskan tiga orang penyerang.
Namun, walaupun di tengah-tengah bayangan penyerangan warga Irak tetap melaksanakan kewajiban mereka dengan memberikan suara dalam pemiliham umum pertama semenjak pasukan Amerika Serikat meninggalkan negara tersebut dua tahun lalu.
“Dalam sebuah serangan, empat orang tewas dan 18 lainnya luka-luka ketika seorang pembom bunuh diri meledakkan rompi bom di pintu masuk pusat pemungutan suara di kota Baij, sekitar 220 km dari ibukota Irak, Baghdad,” ungkap seorang polisi setempat, seperti dilansir Xinhua, Kamis (1/5/2014).
“Di provinsi Diyala, sebuah bom pinggir jalan meledak di luar sebuah pusat pemungutan suara di kota Maqdadiyah, sekitar 100 km sebelah timur laut dari Baghdad, tiga orang tewas sementara tujuh lainnya luka-luka,” sumber polisi tersebut menambahkan dalam kondisi anonim.
“Secara terpisah, tujuh bom pinggir jalan meledak di dekat beberapa tempat pemungutan suara di kota Dibis, menewaskan dua warga sipil dan melukai dua pejabat keamanan dan seorang tentara,” lanjut sumber polisi tersebut.
Sumber itu juga mengatakan, pasukan keamanan Irak bentrok dengan sejumlah pria bersenjata yang mencoba untuk menyerang pusat pemungutan suara di kota Hadhar, menewaskan tiga orang penyerang.
Namun, walaupun di tengah-tengah bayangan penyerangan warga Irak tetap melaksanakan kewajiban mereka dengan memberikan suara dalam pemiliham umum pertama semenjak pasukan Amerika Serikat meninggalkan negara tersebut dua tahun lalu.
(esn)