Senin, AS & Uni Eropa kompak beri sanksi baru ke Rusia
Sabtu, 26 April 2014 - 08:59 WIB
Senin, AS & Uni Eropa kompak beri sanksi baru ke Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa kompak akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia. Ada sekitar 15 tokoh penting Rusia yang diprediksi terkena sanksi baru AS dan Uni Eropa.
Ke-15 tokoh itu menurut sumber AS yang akrab dengan urusan penjatuhan sanksi kepada Reuters adalah orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi di Ukraina timur. Sumber yang diwawancarai dengan syarat anonim itu mengatakan, para tokoh Rusia yang akan terkena sanksi baru adalah para kroni Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Orang-orang tersebut dituduh menjadi sponsor kelompok separatis pro-Rusia di Ukraia timur. “Akan ada beberapa (sanksi) yang tumpang tindih, tetapi tumpang tindih yang tidak besar,” kata sumber itu yang dilansir Reuters, Sabtu (26/4/2014).
Uni Eropa merasa prihatin dengan sanksi yang telah dijatuhkan pada perusahaan asosiasi pemimpin Rusia. ”Anda akan menemukan daftar (sanksi dari) Eropa yang lebih jauh terkait langsung di lapangan, dan daftar (sanksi dari) Amerika yang lebih fokus pada kroni dan lembaga,” imbuh sumber itu mengacu pada tokoh-tokoh Rusia dan perusahaan penting Moskow.
Pihak Moskow sendiri telah membantah tuduhan bahwa mereka mengarahkan kelompok separatis yang menguasai sebagian besar dari wilayah Ukraina timur selama lebih dari tiga minggu terakhir. Namun Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan sekutunya di Eropa pada Jumat telah sepakat bahwa Rusia-lah yang membuat situasi di Ukraina timur mencekam. (Baca: Jet Rusia mulai terobos langit Ukraina)
Ke-15 tokoh itu menurut sumber AS yang akrab dengan urusan penjatuhan sanksi kepada Reuters adalah orang-orang yang dianggap bertanggung jawab atas kekacauan yang terjadi di Ukraina timur. Sumber yang diwawancarai dengan syarat anonim itu mengatakan, para tokoh Rusia yang akan terkena sanksi baru adalah para kroni Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Orang-orang tersebut dituduh menjadi sponsor kelompok separatis pro-Rusia di Ukraia timur. “Akan ada beberapa (sanksi) yang tumpang tindih, tetapi tumpang tindih yang tidak besar,” kata sumber itu yang dilansir Reuters, Sabtu (26/4/2014).
Uni Eropa merasa prihatin dengan sanksi yang telah dijatuhkan pada perusahaan asosiasi pemimpin Rusia. ”Anda akan menemukan daftar (sanksi dari) Eropa yang lebih jauh terkait langsung di lapangan, dan daftar (sanksi dari) Amerika yang lebih fokus pada kroni dan lembaga,” imbuh sumber itu mengacu pada tokoh-tokoh Rusia dan perusahaan penting Moskow.
Pihak Moskow sendiri telah membantah tuduhan bahwa mereka mengarahkan kelompok separatis yang menguasai sebagian besar dari wilayah Ukraina timur selama lebih dari tiga minggu terakhir. Namun Gedung Putih mengatakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan sekutunya di Eropa pada Jumat telah sepakat bahwa Rusia-lah yang membuat situasi di Ukraina timur mencekam. (Baca: Jet Rusia mulai terobos langit Ukraina)
(mas)