Negoisator Israel & Palestina akan bertemu di Yarusalem
Selasa, 22 April 2014 - 21:28 WIB
Negoisator Israel & Palestina akan bertemu di Yarusalem
A
A
A
Sindonews.com – Para negosiator perdamaian Palestina dan Israel akan bertemu pada Selasa (22/4/2014) malam waktu setenpat di Yarusalem. Pertemuan ini dilakukan untuk membicarakan proses perdamaian yang sedang dalam kondisi kritis, ungkap seorang pejabat Palestina.
“Utusan Amerika Serikat (AS), Martin Indyk akan ikut menghadiri pertemuan tersebut dalam upaya untuk menjembatani kesenjangan antara kedua belah pihak,” ungkap pejabat tersebut dalam kondisi anonimitas, seperti dilansir Xinhua.
Sebelumnya, salah satu anggota Organiasasi Pembebasan Palestina (PLO) Yassero Abed Rabbou, menyatakan, tidak akan ada lagi pembicaraan damai dengan Israel bila mereka belum menangani beberapa isu penting, seperti pembangunan pemukiman Yahudi.
Pembicaraan damai yang dimediasi AS sedang dalam kondisi kritis. Semua berawal kerika Israel mengumumkan akan membangun pemukiman Yahudi baru yang disusul dengan pernyataan Palestina yang akan bergabung dengan beberapa organisasi PBB.
Batas akhir perbicangan damai itu sendiri akan habis pada akhir bulan ini, AS sendiri berharap kedua belah pihak mau memperpanjang masa pembicaraan damai tersebut.
“Utusan Amerika Serikat (AS), Martin Indyk akan ikut menghadiri pertemuan tersebut dalam upaya untuk menjembatani kesenjangan antara kedua belah pihak,” ungkap pejabat tersebut dalam kondisi anonimitas, seperti dilansir Xinhua.
Sebelumnya, salah satu anggota Organiasasi Pembebasan Palestina (PLO) Yassero Abed Rabbou, menyatakan, tidak akan ada lagi pembicaraan damai dengan Israel bila mereka belum menangani beberapa isu penting, seperti pembangunan pemukiman Yahudi.
Pembicaraan damai yang dimediasi AS sedang dalam kondisi kritis. Semua berawal kerika Israel mengumumkan akan membangun pemukiman Yahudi baru yang disusul dengan pernyataan Palestina yang akan bergabung dengan beberapa organisasi PBB.
Batas akhir perbicangan damai itu sendiri akan habis pada akhir bulan ini, AS sendiri berharap kedua belah pihak mau memperpanjang masa pembicaraan damai tersebut.
(esn)