Hamas desak PNA hentikan pembicaraan damai dengan Israel
Selasa, 15 April 2014 - 19:22 WIB
Hamas desak PNA hentikan pembicaraan damai dengan Israel
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniya, pada Selasa (15/4/2014) mendesak Otoritas Nasional Palestina (PNA) untuk menghentikan negosiasi damai dengan Israel karena dianggap tidak berguna.
"Kami ingin sebuah strategi baru yang tidak tergantung pada negosiasi dengan Israel. Strategi ini harus didasarkan pada persatuan nasional dan perundingan perdamaian (dengan Fatah) yang terputus-putus," ungkap Haniya.
Haniya juga menyatakan, Amerika Serikat (AS) sangat bias terhadap Israel. AS dianggap tidak tegas dengan tindakan-tindakan Israel yang dianggap mencerai perundingan damai.
Untuk rekonsiliasi dengan partai Fatah yang dpimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Haniya mengatakan, ia akan menerima delegasi dari Tepi Barat untuk membahas rencana persatuan nasional minggu depan.
"Pada tahap ini, kita tidak akan membahas masalah ini, tapi sebelumnya kami akan mulai menerapkan perjanjian rekonsiliasi secara keseluruhan," tambah Haniya, seperti dilansir Xinhua.
"Kami ingin sebuah strategi baru yang tidak tergantung pada negosiasi dengan Israel. Strategi ini harus didasarkan pada persatuan nasional dan perundingan perdamaian (dengan Fatah) yang terputus-putus," ungkap Haniya.
Haniya juga menyatakan, Amerika Serikat (AS) sangat bias terhadap Israel. AS dianggap tidak tegas dengan tindakan-tindakan Israel yang dianggap mencerai perundingan damai.
Untuk rekonsiliasi dengan partai Fatah yang dpimpin Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Haniya mengatakan, ia akan menerima delegasi dari Tepi Barat untuk membahas rencana persatuan nasional minggu depan.
"Pada tahap ini, kita tidak akan membahas masalah ini, tapi sebelumnya kami akan mulai menerapkan perjanjian rekonsiliasi secara keseluruhan," tambah Haniya, seperti dilansir Xinhua.
(esn)