Tak mau didikte AS, Putin desak balik Obama tangani Ukraina
Selasa, 15 April 2014 - 11:15 WIB
Tak mau didikte AS, Putin desak balik Obama tangani Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Rusia, Vladimir Putin, menunjukkan sikap tegasnya yang tidak mau didikte Pemerintah Amerika Serikat (AS) dalam penanganan krisis di Ukraina timur.
Dalam percakapan telepon, Presiden AS, Barack Obama, mendesak Putin untuk menggunakan pengaruhnya agar meyakinkan demonstran pro-Rusia di Ukraina timur untuk menyerah. Obama juga menyalahkan Rusia atas apa yang terjadi di Ukraina timur. (Baca: Ancam Rusia, Obama desak Putin tarik pasukan di dekat Ukraina)
Namun, Putin mendesak balik Obama agar Presiden AS itu menggunakan pengaruhnya guna mencegah pertumpahan darah di Ukraina timur. Pihak Kremlin mengayakan, bahwa Putin membantah tuduhan Obama, bahwa Rusia bersalah atas krisis baru di Ukraina timur.
”Sebagai respon terhadap Presiden Amerika Serikat yang menyatakan keprihatinanannya tentang campur tangan Rusia di Ukraina timur, Presiden Rusia mencatat bahwa spekulasi tersebut didasarkan pada informasi yang tidak akurat,” bunyi pernyataan Kremlin, seperti dikutip Rusia Today, Selasa (15/4/2014).
Putin menekankan bahwa gelombang demontrasi di timur dan tenggara Ukraina, tidak lain adalah dampak dari keengganan pihak berwenang Ukraina untuk memenuhi tuntutan warganya yang berbahasa Rusia. Kondisi itu diperparah dengan ancaman penggunaan kekuatan militer oleh Pemerintah Ukraina dalam meredam aksi demonstran.
”Presiden (Putin) mencatat bahwa spekulasi tersebut didasarkan pada informasi yang tidak dapat diandalkan,” kritik Kremlin terhadap Pemerintah Amerika Serikat yang terlalu menyudutkan Rusia atas krisis yang terjadi di Ukraina timur.
Dalam percakapan telepon, Presiden AS, Barack Obama, mendesak Putin untuk menggunakan pengaruhnya agar meyakinkan demonstran pro-Rusia di Ukraina timur untuk menyerah. Obama juga menyalahkan Rusia atas apa yang terjadi di Ukraina timur. (Baca: Ancam Rusia, Obama desak Putin tarik pasukan di dekat Ukraina)
Namun, Putin mendesak balik Obama agar Presiden AS itu menggunakan pengaruhnya guna mencegah pertumpahan darah di Ukraina timur. Pihak Kremlin mengayakan, bahwa Putin membantah tuduhan Obama, bahwa Rusia bersalah atas krisis baru di Ukraina timur.
”Sebagai respon terhadap Presiden Amerika Serikat yang menyatakan keprihatinanannya tentang campur tangan Rusia di Ukraina timur, Presiden Rusia mencatat bahwa spekulasi tersebut didasarkan pada informasi yang tidak akurat,” bunyi pernyataan Kremlin, seperti dikutip Rusia Today, Selasa (15/4/2014).
Putin menekankan bahwa gelombang demontrasi di timur dan tenggara Ukraina, tidak lain adalah dampak dari keengganan pihak berwenang Ukraina untuk memenuhi tuntutan warganya yang berbahasa Rusia. Kondisi itu diperparah dengan ancaman penggunaan kekuatan militer oleh Pemerintah Ukraina dalam meredam aksi demonstran.
”Presiden (Putin) mencatat bahwa spekulasi tersebut didasarkan pada informasi yang tidak dapat diandalkan,” kritik Kremlin terhadap Pemerintah Amerika Serikat yang terlalu menyudutkan Rusia atas krisis yang terjadi di Ukraina timur.
(mas)