Ancam Rusia, Obama desak Putin tarik pasukan di dekat Ukraina

Selasa, 15 April 2014 - 10:44 WIB
Ancam Rusia, Obama desak...
Ancam Rusia, Obama desak Putin tarik pasukan di dekat Ukraina
A A A
Sindonews.com - Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menelepon Presiden Rusia, Vladimir Putin, guna membahas krisis di Ukraina timur. Dalam percakapan telepon kemarin waktu AS itu, Obama mendesak Putin agar menarik pasukan tempurnya di dekat perbatasan Ukraina.

Menurut Obama, Rusia tetap bersalah karena dia anggap Rusia mendukung kelompok demonstran pro-Rusia di Ukraina timur yang menuntut referendum. Obama pun mengancam bahwa pihaknya akan menjatuhkan sanksi lebih banyak lagi jika aksi Rusia tidak dihentikan.

Menurut Gedung Putih, Obama mengatakan kepada Putin, bahwa pasukan Rusia mengancam untuk melemahkan dan menggoyahkan pemerintah di Kiev.

”Presiden menekankan bahwa semua kekuatan yang tidak teratur di negara ini perlu untuk meletakkan senjata mereka, dan ia mendesak Presiden Putin untuk menggunakan pengaruhnya guna meyakinkan kelompok-kelompok pro - Rusia untuk meninggalkan gedung-gedung yang telah diduduki,” bunyi pernyataan Gedung Putih, seperti dikutip Reuters, Selasa (15/4/2014).

Obama, lanjut pernyataan Gedung Putih, minta Putin ikut meredam ketegangan di Ukraina timur. Caranya, dengan menarik pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina.

”Presiden (Obama) mencatat isolasi politik dan ekonomi (terhadap) Rusia, sebagai akibat dari tindakan mereka di Ukraina. Sanksi terhadap Rusia sudah akan meningkat jika tindakan tersebut terus dipertahankan,” imbuh pernyataan Gedung Putih.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, mencatat bahwa AS siap untuk menjatuhkan sanksi pada individu (warga Rusia) dan entitas di sektor jasa keuangan, energi, logam, pertambangan, teknik dan pertahanan.

Sanksi itu mencerminkan kemarahan AS terhadap Rusia, setelah Crimea—bekas wilayah Ukraina—bergabung dengan Federasi Rusia sejak bulan lalu. Sanksi itu juga menjadi simbol memburuknya hubungan AS dan Rusia sejak Perang Dingin.
(mas)
Berita Terkait
Situasi Energi Ukraina...
Situasi Energi Ukraina Memburuk, Gelap Gulita Dilanda Krisis Listrik
Efek Ekonomi Krisis...
Efek Ekonomi Krisis Rusia Vs Ukraina
Kalah dari Ukraina,...
Kalah dari Ukraina, Spanyol Krisis Penyerang
Waspadai Pelemahan Ekspor...
Waspadai Pelemahan Ekspor Lanjutan
Krisis Energi di Eropa...
Krisis Energi di Eropa Akibat Buah Simalakama
Krisis Ukraina: Biden...
Krisis Ukraina: Biden Tolak Garis Merah Rusia
Berita Terkini
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
8 menit yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
2 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
2 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
3 jam yang lalu
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
4 jam yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
4 jam yang lalu
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved